Musibah? Mungkin Saja Anugerah..

Bagaimana mungkin sebuah musibah dikatakan sebuah anugerah?

Ternyata Mungkin..

Dan sudah terbukti..

Adalah kisah papa kami yang membuktikan hal ini..

Saat kecil, papa kami adalah anak dari salah satu petani tembakau terbesar di daerah Kendal, Jawa Tengah..

Keluarga besar beliau merupakan keluarga terpandang karena semuanya adalah pejabat dan pengusaha sukses..

Masa depan beliau tampak begitu cemerlang, karena selain berkecukupan, beliau juga cerdas sehingga selalu menduduki peringkat satu di kelas dari kelas satu SD hingga lulus SMA..

Ketika mendaftar kuliah pun, Beliau berhasil masuk ke kampus yang saat itu sangat prestisius yakni FK Undip, Semarang..

Tidak heran, dengan kehidupan yang bisa dibilang tanpa kekurangan inilah, beliau tumbuh menjadi anak yang ‘agak’ arogan..

Namun, Hidup yang sepertinya begitu mulus dan mudah, kemudian bak dihantam keras ke tanah..

Saat beliau masih kuliah semester dua di FK Undip, datanglah musibah..

Sebuah tanggul sungai di kendal jebol dan menenggelamkan serta merusakkan berhektar-hektar ladang tembakau yang hanya tinggal dua minggu lagi dipanen..

Akibat shock yang luar biasa, ayah beliau sakit hingga dua tahun lamanya..

Dan mendadak, ekonomi keluarganya pun hancur..

Dengan berat hati, beliau terpaksa melepas kuliah kedokterannya dan mulai belajar dan berjuang untuk meneruskan usaha sang ayah..

Sayangnya, karena tidak terbiasa bekerja, Usaha itu tidak begitu berhasil..

Sehingga, baru dua tahun kemudian -setelah ayah beliau sehat- beliau baru kembali kuliah ..

Bukan lagi di FK Undip, tapi di UNNES (dulu bernama IKIP Negeri semarang) untuk kemudian menjadi guru smk..

Pertanyaannya,,

Apakah banjir tadi merupakan musibah?

Mungkin bagi papa kami dulu, banjir besar itu musibah yang meluluh lantakkan kehidupannya..

Namun, sekarang semuanya menjadi jelas bahwa banjir itu ternyata anugerah..

Terutama buat kami sebagai anak-anak beliau..

Tanpa ‘musibah’ itu, papa kami mungkin tidak akan bertemu dengan mama kami -karena mereka bertemu di Unnes-..

Dan tanpa pertemuan itu, tidak akan ada kami dan tulisan ini..

Musibah tidak selalu berarti musibah..

Kegagalan tidak selalu berarti kegagalan..

Karena mungkin itu adalah anugerah yang terselip diantara kerikil kehidupan..

 

@dr_BramIrfanda

* Perubahan Terbesar dan yang menurut kami paling patut disyukuri adalh perubahan sikap dan temperamen dari papa kami, dari -katanya arogan- menjadi orang yang sangat amat santun saat ini..

Jauh lebih santun dibandingkan anak-anaknya.. hehe.. =))

Tagged: , ,

Comments: 2

  1. febrianina Februari 23, 2013 at 1:20 pm Reply

    Subhanallah,haru bacanya dok…tidak ada satu kejadian/musibah kecuali tanpa hikmah di dalamnya..

  2. @babyocta Februari 23, 2013 at 2:39 pm Reply

    Pengalamana hidup yg berharga dok..musibah adalah ujian kenaikan tingkat derajat manusia di mata اَللّهُ

Tinggalkan Balasan ke @babyocta Batalkan balasan