Restu Orang Tua Bukanlah Alasan

Paulo Coelho..

Salah satu Penulis paling Terkenal sejagad..

Juga salah seorang Penulis dengan penjualan buku Terbesar sepanjang Masa..

Apakah pilihan hidupnya menjadi seorang penulis direstui Orang tuanya?

TIDAK!

Bahkan karena Orang tuanya menganggap keinginan Paulo Coelho untuk menjadi Penulis merupakan suatu pikiran yang gila, Paulo Coelho sempat mencicipi pengalaman masuk Rumah Sakit Jiwa..

Bukan hanya 1 kali masuk RS Jiwa, namun 3 kali!

Tiga kali dimasukkan Rumah Sakit Jiwa karena passion dan impiannya menjadi penulis, tidak menyurutkan keinginannya menjadi penulis..

Setelah Paulo Coelho berjuang sekian lama, baru di umur 40 tahunan Kesuksesan mulai menaungi dirinya..

Novelnya mulai meledak setelah menulis novel ke sekian kalinya..

Kesuksesan melalui novel berjudul Brida dan The Alchemist itulah yang membuktikan kepada keluarganya bahwa passion dan impiannya selama ini bukanlah angan-angan semata..

Hal yang sama juga berlaku bagi diri dan impian kita..

Orang Tua kita mungkin seringkali tidak setuju dengan passion dan impian kita, tapi seringkali hal itu terjadi bukan tanpa sebab..

Orang tua kita tentu ingin anaknya bahagia. mirisnya, karena perbedaan sudut pandang, mereka seringkali melarang kita menjalani kehidupan yang sesuai dengan passion dan impian kita..

Mereka ingin kita bahagia, namun dengan menjalani kehidupan yang menurut mereka akan membahagikan kita, bukan menurut kita..

Jadi Cukup Buktikan saja..

Setelah kita berhasil membuktikan bahwa impian kita itu bukan hanya main-main, serta dapat membawa kita ke puncak kesuksesan, tentu orang tua kita akan luluh dan mendukung pencapaian impian kita..

Larangan dan ketidaksukaan Orang tua kita terhadap impian dan passion kita bukanlah alasan untuk menyerah..

Bukan pula alasan untuk hidup biasa-biasa saja..

Bukan pula alasan untuk Hidup yang tidak Hebat..

Bila Paulo Coelho saja bisa demikian Hebat ketika hidup dengan passion dan impiannya, kita pun bisa sama hebatnya..

Bahkan jauh Lebih Hebat..

Mau?:)

 

@dr_BramIrfanda

Mau Update Artikel Bram Irfanda’s Blog setiap hari? Follow @IrfandaBlog di twitter

 

Bila merasa artikel Bram Irfanda’s Blog bermanfaat untuk Teman-teman, silakan berlangganan Artikel Terbaru Bram Irfanda’s Blog  via email dengan mengisikan alamat email teman-teman di form dibawah ini.. 

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 38.210 pelanggan lain

Kemudian untuk mengaktifkanya, Klik Link Konfirmasi berlangganan Bram Irfanda’s Blog di inbox email anda..

Enjoy! 🙂

Tagged: , , , , , , , ,

Comments: 10

  1. leya September 13, 2012 at 10:39 am Reply

    😉 bettul. Caiyyyoooo. Semangaddd mas…!jadi penulis yaaaaa

  2. faisal September 13, 2012 at 12:42 pm Reply

    iya tp bagaimna, klo anakny pengen jd model yg pamer kecantikan dan aurat sana sini, penyanyi, artis yg akting peluk bahkan cium ma yg bukan mahramny dah biasa… bnyk remaja diluar sana yg tdk peduli dng orang tua katanya biar cepet kaya #miris

  3. Asmiani Fawziah Assiddiqqiya September 14, 2012 at 1:17 am Reply

    Iya dok, restu orangtua tidaklah menjadikan alasan kita untuk berhenti menggapai impian. Namun, bagaimana jika restu tak kunjung datang, bukankah ridho Allah terletak pada ridhonya orangtua 🙂

    Misalnya : kita ingin bekerja di perusahaan A, orangtua tidak ridho, pdhl kita sangat ingin bekerja disana. Bagaimana menyikapinya dok?
    Terima kasih 🙂

  4. amenoame September 13, 2012 at 10:44 pm Reply

    Betul mas, selagi tidak melanggar syariat agama, buktikalah kalau kita bisa! 🙂

  5. Bram Irfanda September 15, 2012 at 3:42 pm Reply

    yg paling penting utk ortu itu bukti bahwa disana baik, buktikan saja selama TIDAK melanggar perintah TUHAN 🙂
    negonya diperbaiki selama blm ada bukti..

    udah dpraktekkan sendiri n berhasil lho 🙂

  6. mutia September 3, 2013 at 1:26 pm Reply

    dok, apakah ketika kita sedang berjuang mencapai impian tapi sering gagal itu sebab orangtua tidak merestui?

    • Bram Irfanda September 5, 2013 at 7:39 am Reply

      tidak,,
      tp krn pikiran bawah sadar kita yg menyakini bahwa orang tua kita tidak setuju, hal ini membuat ada pertentangan batin di pikiran bawah sadar kita. akibatnya kita tdk berjuang maximal 🙂

      ortu di yakinkan dlu aja..:)

  7. mutia September 5, 2013 at 11:44 pm Reply

    bagaimana kalo seandainya berusaha terus anpa diketahui orangtua tapi jika suatu saat terwujud baru meyakinkan orangtua, apa itu hal yang baik?

    • Bram Irfanda September 6, 2013 at 1:52 pm Reply

      baik,,

      dulu saya seperti itu, ngumpulin duit buat modal usaha dg ngelesi mahasiswa FK. Saat itu ortu tidak ngebolehin usaha agar saya konsen jadi dr.spesialis

      Saat ini, ortu sudah merestui usaha saya krn sudah ada hasilnya.. 🙂

  8. mutia September 6, 2013 at 9:36 pm Reply

    ok, terima kasih atas dok 🙂

Tinggalkan Balasan