Penuh Kepalsuan selama Lebaran..

Lebaran adalah saat Berkumpul dan menjalin lagi silaturahmi bersama keluarga dan teman..

Sayangnya, seringkali hal yang baik seperti silaturahmi ini dibumbui hal-hal yang tidak semestinya..

Salah satu hal yang melenceng dari esensi ramadhan dan Idhul Fitri adalah adanya Fenomena saling memamerkan harta dan kekayaan..

‘Agak’ pantas bila yang dipamerkan adalah barang yang bisa dibeli tanpa utang karena memang mampu..

Yang ironis adalah memamerkan barang yang dibeli dengan utang, karena sejatinya kurang mampu..

Penuh Kepalsuan selama Lebaran..

Beberapa hari sebelum Idhul Fitri, orang Tua kami singgah di suatu Toko elektronik Terbesar di Blora -suatu kota di Jawa Tengah-, dan menemui kenyataan yang ‘agak’ ironis..

Banyak sekali orang yang membeli barang-barang elektronik dengan Cara Kredit..

Beli Kulkas, TV, kompor Gas dengan cara Kredit..

Malangnya, barang-barang elektronik ini kebanyakan dibeli bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan..

Keinginan untuk dianggap sukses..

Keinginan untuk dianggap kaya..

Keinginan untuk dianggap sudah berada..

Mirisnya, hanya untuk ‘keinginan’ memamerkan diri ini, seseorang harus bekerja keras membayar utang sampai berbulan-bulan bahkan tahunan..

Pantaskah Rasa bangga yang hanya beberapa hari, harus dibayar rasa waswas dikejar utang 1 tahun..

Kami Rasa Tidak..

Lebih baik Jujur terhadap kondisi yang ada, daripada membohongi dan menyiksa diri kita sendiri..

Orang-orang yang benar-benar tulus menyayangi kita, akan tetap sayang dengan kita, apapun kondisi kita sebenarnya..

Sejelek apapun kita..

Semiskin apapun kitsa..

Sekurang apapun kita..

Yang sayang akan tetap sayang..

Yang sikapnya berubah, hanyalah mereka yang berpura-pura sayang..

 

@dr_BramIrfanda

Mau Update Artikel Bram Irfanda’s Blog setiap hari? Follow @IrfandaBlog di twitter

Tagged: , , , , , , , , ,

Comments: 5

  1. Yanuarty Paresma Wahyuningsih Agustus 22, 2012 at 1:18 pm Reply

    that’s TRUE, dok. Hal ini sekilas jg hampir mirip dengan yang pernah kami dapatkan di sekitar tempat tinggal ortu kami, begitu banyak orang2 yang mengagung2kan harta yang mereka miliki namun diperoleh dgn dasar “iri” jika melihat yang lain “punya”, selalu ingin tampil “lebih” karena ingin dipuji bahkan saking berhasratnya, mereka bela-belain “berdukun” “ngutang” hingga “mengambil apa yg bukan hak mereka” dan bahkan penelusuran harta kekayaan itu bagi mereka adalah number one kalo pas ngadain pernikahan anak cucu mereka. naudzubillah.

    • Bram Irfanda Agustus 24, 2012 at 2:36 pm Reply

      sabar aja.. 🙂

  2. Yanuarty Paresma Wahyuningsih Agustus 26, 2012 at 10:10 am Reply

    Yapp, sabar = 1 kata sederhana tapi maknany dalem 😀 hehe

  3. via Oktober 4, 2013 at 3:40 pm Reply

    kalau saya mah,gapapa dok punya televisi 7taun g ganti.lah belum rusak buat apa di ganti?prinsipnya saya ga mau kebawa nafsu dengan berusaha memiliki sesuatu yang sebenarnya ga perlu2 amat.ngga lucu klo kredit,ga mampu bayar trus debt colector dtg ngangkutin barang di rumah.amit2….

    • Bram Irfanda Oktober 4, 2013 at 3:45 pm Reply

      kalimat terakhirnya bisa menyinggung banyak orang lho..hehehe..

Tinggalkan Balasan ke via Batalkan balasan