Ini Passionku, Apa Passionmu?

What Do You Really Really Want?

Jawaban atas pertanyaan 6 kata diatas, teramat sangat penting bagi kehidupan seorang manusia. Sebuah pertanyaan besar yang menentukan ‘kebesaran’ kehidupan seseorang nantinya, yang ironisnya sering membuat orang bingung karena tak tau harus menjawab apa..

Jawaban atas pertanyaan diatas itulah yang disebut Passion..

Passion merupakan hal krusial yang harus diketahui sedini mungkin. Semakin cepat diketahui dan diperjuangkan, makin cepat pula kehidupan seseorang  menjadi besar dan hebat

Kenapa?

Karena Passionlah sumber energi dan kegairahan kita dalam bekerja..

Dengan passion, kita menjalani ‘pekerjaan’ sebagai hobi..

Dengan passion, Kita akan ‘bermain’ lebih hebat,,

Dengan passion, Kita akan ‘berjuang’ lebih keras,,

Dengan passion, Kita akan ‘berlari’ lebih cepat,,

Passion membuat hidup kita menjadi jelas dan terarah, yang bisa membuat kita fokus ke bidang yang kita inginkan

Bila kita ingin sehebat Bill Gates dalam bidang software,,

Bila kita ingin sehebat Warren Buffett dalam investasi,,

Bila kita ingin sehebat Micheal Jordan dalam basket,,

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah..

Temukan Segera Passion kita!!!

Kami sendiri baru menemukan passion kami di akhir tahun 2008,,
Agak telat memang, namun lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Karena walaupun telat, kita mempunyai kesempatan untuk mengejar ketertinggalan kita

Sejak kecil kami diarahkan oleh orang tua kami agar menjadi dokter. Karena itu, sejak kecil ketika kami ditanya apa cita-cita kami, selalu kami jawab ‘menjadi dokter’..

Cita-cita bukanlah passion..

Cita-cita merupakan ‘hasil penanaman’ orang tua dan lingkungan kita, sedangkan passion merupakan hasil ‘penemuan’ kita sendiri

Jawaban ‘ingin menjadi dokter’ ini terus berlangsung hingga tahun 2008. Dimana saat itu terjadi krisis financial global dahsyat yang menghancurkan ekonomi dunia. Berbagai tulisan mengenai krisis financial 2008 di koran Jawapos saat itu, memberikan kesan yang sangat menarik dan menantang bagi kami. Berbagai gejolak dunia financial yang begitu komplek lama kelamaan membuat kami tertarik akan ‘dunia’ ini.

Puncaknya adalah, ketika kami ‘dipertemukan’ dengan Warren Buffett, Ben Graham, dan John Poulson. Ketiga orang ini menginspirasi kami untuk menjadi seorang investor hebat..

Setelah itulah kami baru sadar, Ternyata passion kami ada di bidang investasi..

Kami bertekad akan menjadi sangat ahli dalam bidang analisa sekuritas. Kami akan menghabiskan sebagian besar waktu kami kedepan untuk membaca laporan tahunan dan semua hal tentang investasi, keuangan dan bisnis. Kami akan menjadikan investasi menjadi hal terpenting bagi kami setelah 4W1 dan keluarga kami.

Saat ini bagi kami Investasi ‘lebih indah’ dibandingkan indahnya pantai berpasir putih,,

Investasi juga lebih mengasyikkan daripada film-film perang kegemaran kami..

Namun, Suatu hal yang baru, biasanya mendapat ‘resistensi’ dan ‘penolakan’. Begitupun dengan passion dan impian kami ini.

Penolakan terbesar tentunya dari orang tua kami yang ingin putranya menjadi dokter. Namun, setelah kami  menjelaskan dan terus memberi pengertian akan pentingnya passion ini pada kehidupan kita, orang tua kami akhirnya luluh juga, walaupun itu terjadi setelah 2 tahun kami berusaha..

Banyak orang menjalani kehidupan yang bukan kehidupan yang diinginkannya karena mereka ‘berkompromi’ dengan keinginan orang tuanya, pasangannya, atau lingkungannya..

Akibat terburuk dari ‘kompromi’ ini adalah kita menjadi pribadi tanpa arah dan tujuan, yang hanya mengikuti ‘arus’..

Bertahan menjalani kehidupan yang diatur oleh orang lain, hanya akan membuat hidup kita tidak bahagia dan biasa-biasa saja..

Tanpa arah yang jelas akan kehidupan kita kedepannya, kita tak akan menjadi siapa-siapa, tak akan menjadi orang yang berarti di dunia yang hiperkompetitif  seperti saat ini..

Memperjuangkan passion dan impian kita memang membutuhkan pengorbanan..
Sayangnya banyak yang menyerah akan ‘keadaan’ dan melupakan passion mereka untuk menjalani kehidupan yang diarsiteki orang lain..

Menurut kami, hidup yang seperti itu bukanlah kehidupan..

Tapi Hidup ini pilihan..

Buat pilihan yang baik ya..

Hanya saran kami, segera temukan Passion kita..

Segera!!

Berjuanglah untuknya..

Dan Hiduplah Sehebat-hebatnya!!!

 

@dr_BramIrfanda
Mau alat tensi Digital HANYA 295ribu FREE ONGKIR + TIPS2 MENURUNKAN TEKANAN DARAH TANPA OBAT? hubungi Mastha Medica (SMS 089675229222 | pin 29F01C60 <= PIN hanya pakai angka nol | Line/WA 085640333374) ya…

* Kedepan, insya4W1 Kami akan tetap menjalani profesi dokter sebagai hobi. Karena dokter yang baik itu mulia 🙂

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @dr_BramIrfanda

Tagged: , , , , ,

Comments: 6

  1. Aisy Agustus 22, 2011 at 3:59 am Reply

    hmmmm.. menarik. Benar kata Anda, memperjuangkan passion memang kadang tak mudah. Cerita kita hampir mirip. Saya juga baru menemukan passion itu setelah berjibaku dengan serangkaian ketegangan, terutama dengan keluarga. Saya juga pernah kuliah di bidang yang telah di”kotak”kan oleh orang tua untuk saya. Dan tahun 2006, saya baru menemukan passion saya.

    Saya pernah berdiskusi dan “curhat” pada Rene Suhardono tentang bagaimana likunya jalan saya dalam menemukan passion. Saat itu, Rene begitu tegas mengatakan bahwa : Dalam menemukan passion, ada sisi dimana kita harus mengalah. namun, bukan berarti kita rela menggadaikan passion kita. Hingga akhirnya, Rene menyuruh saya mencium tangan dan membasuh kaki kedua orang tua dan bla bla bla…
    Satu lagi ungkapan Rene, “Justru ketika kita menemukan passion, disitulah kita semakin menemukan Tuhan.”

    “Salam passion….”

  2. Rumah Pintar Kembar September 23, 2011 at 5:28 am Reply

    Super sekali..insyaAllah saya juga sudah menemukan passion saya dan menjalani usaha yg sesuai dg passion saya..
    seperti kata Rene CC di bukunya,
    Mengapa perlu PASSION?
    ENERGI!
    Pernah dengar pepatah “Kerjakan hal yang kita sukai maka tidak ada satu hari pun kita perlu bekerja?” Bekerja sesuai passion akan menghasilkan ENERGI terbarukan sebagaimana matahari.
    🙂

  3. Rumah Pintar Kembar September 23, 2011 at 5:29 am Reply

    btw, izin share ya utk Sahabat Pintar di Rumah Pintar Kembar 😀

  4. ahmad November 7, 2013 at 4:46 pm Reply

    menarik sekali dok infonya 😀

  5. zainab Desember 23, 2013 at 6:49 am Reply

    dokter sebagai hobi…….. hanya dr Bram Irfanda yg bisa 🙂

    • Bram Irfanda Desember 27, 2013 at 3:08 pm Reply

      haha..

      mhn doa ya mb..:)

Tinggalkan Balasan