Mencari Tuhan Kita Sendiri

Bila selama ini kita masih bergelimang dosa..

Bila selama ini kita mencari bahagia namun tak juga menemukannya..

Bila selama ini kita masih setengah-setengah dalam beribadah..

Bila selama ini kita masih ogah-ogahan berbuat baik..

Bila selama ini kita masih bingung akan arti hidup kita di dunia..

Bila selama ini kita masih banyak membuang waktu kita untuk melakukan hal-hal buruk dan tidak berguna..

Bila selama ini yang kita cari hanyalah kedamaian di dalam hati..

Carilah TUHAN!!!

Carilah Tuhan kita sendiri..

Bukan Tuhan ‘warisan’ nenek moyang kita..

Bukan Tuhan ‘warisan’ lingkungan kita..

Bila semasa kecil, kita hanya bisa mengikuti Tuhan versi orang tua, keluarga, maupun lingkungan kita. Ketika beranjak dewasa kita memiliki pilihan untuk memilih Tuhan kita sendiri. Namun, bila kita masih saja ikut-ikutan seperti layaknya anak kecil, sangatlah layak bila di hati kita Tuhan masih terasa jauh..

Ironisnya, banyak orang yang belum ‘mengetahui’ siapa sesungguhnya Tuhannya..bahkan saat umur sudah senja dan mendekati ajal!

Banyak orang ketika ditanya, punya agama? Percaya Tuhan? Dengan sigap menjawab “iya!”

Namun, kebanyakan ketika ditanya “apakah akan tetap menganut agamanya yang sekarang bila dilahirkan dari orang tua dan lingkungan dengan agama yang berbeda dengan agama yang sekarang?”

Kebanyakan akan bingung karena tidak tau harus menjawab apa..

Karena Kebanyakan dari kita hanya ikut-ikutan, baik ikut-ikutan agama keluarga, teman, maupun lingkungan kita..

Tuhan akan terasa jauh Karena kita tak pernah mencariNYA sendiri dan menemukanNYA..

Kami dulu juga setali tiga uang..

Kami kebetulan dilahirkan di sebuah keluarga Islam. Kakek dari Papa kami ‘berbau’ kyai, sedangkan papa kami sendiri ‘berbau’ ustadz. Karena itu, kehidupan masa kecil kami sangat dekat dengan Islam. Anehnya saat masih kecil, ketika kami sholat, membaca alQuran, ikut pengajian dan kegiatan islami lainnya dengan perasaan malas, terkadang malah sangat malas.. ­čśÇ

Hal itu terus berlanjut hingga kelas 1 SMA, dimana di sekolah kami dulu ada semacam rohis yang gemar menyelenggarakan acara keislaman. Keikutsertaan di acara-acara ini diawali dengan keterpaksaan karena kedudukan kami sebagai Wakil Ketua Osis kala itu..
Ketika itu, banyak dilakukan acara ‘renungan hati’ yang sangat menyentuh hati kami. Hal itu lama-kelamaan menyadarkan kami bila kami membutuhkan Tuhan. Mulai saat itulah kami bertekad untuk mencari Tuhan..

Tuhan kami sendiri..

Kami mulai dengan agama ‘turunan’ keluarga kami. Kami mulai membaca buku-buku tentang Islam, kami membeli dan membaca alQuran dengan terjemahan Bahasa Indonesia, kami mulai sering ikut kajian islam untuk lebih mengenal Islam itu sendiri..

Kami juga membaca kitab suci agama lain yang ada di Perpustakaan Sekolah kami. Kemudian konsep-konsep Ketuhanan antara agama-agama itu kami konfrontir satu sama lain dan kami pikir lagi dengan logika kami sendiri..

Perjalanan panjang dan cukup menguras tenaga memang..

Tapi bila waktu beberapa bulan ‘melakukan pencarian’ tadi dibandingkan dengan ‘hasil’nya,,JAUUUUHHHH!!!

Hasilnya SANGAT MENAKJUBKAN!!!

Perubahan besar terjadi di dalam semua sendi Kehidupan kami..

Kalau dulu sering banget berantem, setelah itu jadi makin sabar akan kehidupan..

Kalau dulu sholat aja nunggu diperintah, setelah itu malah rajin sholat malam..

Kalau dulu sering membantah saat ortu menasehati, setelah itu kami hanya diam bila sedang dinasehati, yang ada malah rasa sayang ke ortu jadi berlipat ganda..

Kalau dulu suka berkata kotor, setelah itu suka berkata yang baik dan menahan diri dari yang kotor..

Kalau dulu tidak pernah rangking 1 di kelas, setelah itu selalu rangking 1 dikelas..

Kebiasaan-kebiasaan buruk lama kelamaan berganti dengan kebiasaan baru yang positif..

Semua perubahan ‘besar’ tadi kami jalani setelah ‘menemukan’ Tuhan..

Ya..Kami telah berhasil menemukan Tuhan kami sendiri!

Bila kami saja bisa, semua orang pasti bisa..

Mari menemukan Tuhan kita sendiri..

Bukan Tuhan ‘warisan’ atau ‘turunan’, tapi Tuhan kita sendiri..

Dan Temukan jalan hidup yang bercahaya dan bermakna setelah menemukanNYA..

 

@BramIrfanda

* Tulisan diatas bukan berarti menunjukkan kami manusia yang sempurna.  Sejujurnya sebagai manusia, kami masih merasa memiliki banyak salah , khilaf juga  ketidaksempurnaan. Karena Kesempurnaan hanyalah milik Allah..

 

Tagged: , , , ,

Tinggalkan Balasan