Memberi dulu, Baru Menerima..

Dulu saat masih kecil, kami kira ketika memberi, milik kita akan berkurang..

Ternyata itu SALAH BESAR!!!

Memberi adalah sarana untuk menerima lebih..

Menerima lebih banyak..

Menerima lebih baik..

Kok bisa ya?

Bukannya harta kita berkurang dengan memberi?

Kami dulu juga mempunyai pikiran yang sama, namun setelah lebih dewasa dan mampu mengamati dan mengambil pelajaran dari orang lain, kami sangat setuju bila dengan banyak memberi, kita akan mendapat JAUH LEBIH BANYAK!

Pengalaman pertama adalah pengalaman nyata dari seseorang. Seseorang yang sangat saya kenal, sebut saja ‘dia’..

Pada awalnya dia adalah anak biasa, prestasi sekolah (relatif) biasa, hanya selalu rangking 10 besar di SD. Kemudian, sejalan dengan hobi barunya untuk sedekah, di SMP ‘naik level’ menjadi hobi rangking 3 besar dikelas dan dipungkasi meraih nilai UAN tertinggi SMP di Kabupatennya.

Hal ini makin ‘menjadi-jadi’ di SMA, dia naik level lagi jadi langganan rangking 1 dikelas dan di ‘final’ meraih nilai UAN tertinggi SMA di Kabupatennya..

Keajaiban ini terus berlanjut dengan diterimanya dia berturut-turut di Teknik Sipil UGM, FK UNAIR dan D3 Bea Cukai STAN. Kemudian dia memilih FK UNAIR dan akhirnya lulus Cumlaude dengan IPK ‘lumayan’ di peringkat ke 6 dari 220 siswa seangkatan. Dia sangat percaya semua ini karena keajaiban sedekah dan doa kedua orang tuanya..

Keajaiban-keajaiban sedekah yang lain, juga SANGAT DIYAKINInya akan selalu terjadi dimasa depan..

Berikutnya, kami memetik pelajaran dari seorang investor Terkaya di dunia saat ini, Warren Buffett..

Kedermawanannya sudah terkenal dari dulu. Di umur 20-30 tahun Buffett rajin ‘sedekah ilmu’ (dan tentu harta) dengan secara gratis memberi kursus tentang saham. Efek dari rajinnya dia mensedekahkan ilmunya, membuatnya makin ahli tentang bisnis dan saham, hingga dijuluki ‘oracle of Omaha’..

Sedekah uangnya juga gila-gilaan bahkan cenderung ‘brutal’. Di tahun 2006 saja, dia mensedekahkan sekitar 300 Trilyun rupiah hartanya ke Bill & Melinda Gates Foundation..

Apakah hartanya berkurang?
Apakah dia jadi miskin?

TIDAK!

‘Aneh’nya dia malah makin kaya dan makin genius..

Buffett lah salah satu orang yang pertama kali mengendus akan adanya tsunami krisis ekonomi Global di tahun 2008 lalu. Saat ini dia juga ‘masih’ menduduki peringkat 3, orang terkaya di dunia..

Di usianya yang sudah 80 tahun, Buffett terbilang sangat sehat menilik pola makannya yang hobi sekali makan junk food!

Jadi benar adanya hadist Nabi Muhammad SAW bahwa,,,

sedekah meningkatkan Rezeki, menyehatkan dan menolak musibah..

Resep kaya+sehat+selamat: banyak sedekah!!!

Setuju?^^

Hidup di dunia ini hanya sekali, hiduplah SEHEBAT-HEBATNYA!!!

Tagged: , , , , , , , , ,

1 comment

  1. didi April 1, 2013 at 10:45 pm Reply

    Hore aku bisa kaya aku mau sedekah yg gak dipikir lagi

Tinggalkan Balasan ke didi Batalkan balasan