Memaafkan Masa Lalu

Apakah Anda sudah memaafkan masa lalu Anda?

Banyak diantara Kita, tanpa sengaja masih terjerat luka masa lalu, tanpa mampu untuk melepaskannya dari kehidupan Kita..

Andakah salah satunya?

K, seorang perempuan yang berumur 20an tahun mengalami gangguan psikologi yang disebut β€œDoctor Shopping”, yang membuatnya sangat khawatir akan kesehatan tubuhnya sehingga ia rajin berkunjung ke dokter untuk berusaha mengobati ‘penyakit’ yang tidak pernah ada..

Setelah kami gali masa lalunya, ternyata ada luka masa lalu terhadap orang tuanya yang ia rasa tidak memperlakukannya secara adil dibandingkan perlakuan terhadap saudaranya yang lain semasa kecil..

Saat masih kecil, K merasa kesepian dan seorang diri di keluarganya, karena melihat kedua orang tuanya lebih menyayangi saudaranya yang lain..

Perasaan kesepian serta ketakutan akan kehilangan ‘sosok’ orang yang disayanginya ini membuatnya menjadi sangat khawatir akan dirinya dan orang-orang yang disayanginya..

Kini, ia menjadi orang yang mudah menjadi terlalu khawatir bila dirinya dan orang yang disayanginya sakit atau mengalami hal buruk lainnya..

Selain itu, setelah kami gali lebih dalam, ternyata hubungan K dengan keluarganya -baik orang tua maupun saudaranya- tidak terlalu baik, karena K masih saja menyimpan dendam -yang terjadi tanpa disadarinya- terhadap saudaranya sehingga ia selalu merasa iri bila saudaranya meraih prestasi dan pencapaian apapun yang melebihinya..

K tidak akan bisa sepenuhnya hidup bahagia sebelum ia benar-benar memaafkan masa lalu dan melepaskan diri dari jeratannya..

Lain lagi kisah T, pasien kami yang lain..

T, pasien perempuan kami yang berumur 50an tahun juga mengalami keluhan yang serupa..

T bisa dibilang terlambat ‘mendapat pertolongan’ untuk memaafkan masa lalunya..

T dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang sangat suka membandingkan dirinya dengan saudaranya yang lain. Sebagai seorang paling tua diantara saudaranya, orang tuanya yang penuntut mengharapkan dirinya menjadi seorang manusia super yang bisa menjadi contoh bagi saudaranya yang lain..

Namun, tentu saja ia gagal..

Dan ia merasa sakit hati karena kegagalannya itu..

Ia merasa sakit hati karena ada adik kandung yang lebih baik -dan dianggap lebih baik oleh orang tuanya- daripada dirinya..

Ia merasa sakit hati terhadap kedua orang tua yang suka membanding-bandingkan dirinya dengan saudaranya yang lain..

Ia merasa sakit hati karena saat kecil ia tidak mendapat perhatian dan kasih sayang seperti yang diharapkannya..

karena menyimpan segala rasa sakit ini, bisa dibilang kehidupannya hancur..

Ia ‘tanpa sengaja’ sering menyakiti saudara-saudara dan orang tuanya..

ia ‘tanpa sengaja’ menjadi haus akan perhatian, pujian dan sanjungan orang lain yang membuatnya menjadi sangat bergaya hidup mewah sehingga merusak kondisi keuangannya di masa tua..

Ia ‘tanpa sengaja’ menghancurkan kehidupan anak-anaknya dengan memanjakan anak-anaknya dengan sangat berlebihan, bahkan disaat anak-anaknya sudah berumah tangga..

Kehancuran kehidupannya bermula dari luka lama di masa kecilnya, yang bahkan tidak pernah ia sadari keberadaannya..

Ingin kehidupan yang bahagia dan penuh keberlimpahan?

Maafkan masa lalu kita yang menyakitkan,,

semuanya..

Bila Kita tidak bisa memaafkan masa lalu kita atau tidak dapat mengenalinya, berkunjunglah ke dokter Jiwa (psikiater) atau psikolog, karena biaya terapi untuk bisa memaafkan masa lalu, jauh teramat sangat lebih murah dibanding biaya kehancuran hidup akibat masih memendam luka lamanya..

Maafkanlah masa lalu Kita..

Sebelum ia merenggut semua kehidupan Kita..

 

@dr_BramIrfanda

Bila ada teman-teman yang pernah mengalami hal yang serupa, bisa menceritakan pengalamannya memaafkan masa lalu dengan mengisi kolom komentar di bawah ini, diperbolehkan memakai nama dan email samaran πŸ™‚

Yuk berjuang untuk kebahagiaan hidup kita! πŸ™‚

Mau alat tensi Digital HANYA 285ribu FREE ONGKIR + TIPS2 MENURUNKAN TEKANAN DARAH TANPA OBAT?Β hubungi Mastha Medica (SMS 089675229222/29F01C60 <= PIN hanya pakai angka nolya…

Tagged: , , , , , ,

Comments: 77

  1. Paresma Juni 8, 2013 at 5:32 am Reply

    yeyyy ^^ akhirnya muncul juga artikel terbaru

    mau komentar dulu, biaya ke psikolog skrg juga mahal loh dok πŸ˜€

    gangguan doctor shopping?? baru denger,,, hmm tp mirip gangguan hipokondriasis.

    klo soal ini, kebetulan pernah pas lg kul praktikum konseling, dapet klien yg punya masalah serupa. punya masalah dgn orgtua, sering mendapat hukuman dan perlakuan tdk wajar hg akhirnya terbawa sampe dewasa. efeknya dia tumbuh menjadi tidak percaya diri, minderan, menyalah2kan dirinya dll. untungnya sih bisa segera “terobati”. selama masa terapi itu, dia sebisa mungkin berusaha gak dendam pada ortunya yaa walaupun sbnrnya msih ada “bekas sakit hati”. haduh, bener2 tidak menyangka dia bisa cerita itu.

    masa lalu yg suram ibarat tancapan paku, kalopun paku itu udh tercabut, akan menimbulkan bekas berupa lubang dan mmg tidak akan bisa kembali mulus seperti semula. dan, org yg sering sakit hati karena ngungkit masa lalu itu ibarat supir yg nyetir mundur, salah-salah malah nabrak sana-sini hehe

    dan, yg bisa menyembuhkan luka masa lalu itu tentu diri kita sendiri. percuma ke psikiater ato psikolog klo kita sendiri gak menyadari ato gak mau survive. oya satu lagi, yg pertama harus diubah dan diperbaiki itu adalah “pikiran” dulu, karena semua masalah itu jg bersumber dari pikiran seseorang.

    eumm, cara sederhana utk memaafkan masa lalu yg gak bikin kantong bolong, bisa tuh dgn latihan meditasi secara rutin

    SEPATU deh sama artikel ini, ^^

    • Bram Irfanda Juni 8, 2013 at 8:12 am Reply

      iya mb psikolog πŸ˜€ ..itu bagian dari hipokondriasis πŸ™‚

  2. Paresma Juni 8, 2013 at 11:55 am Reply

    duh blm jd psikolog dok, blm S2 dok, msih anak bawang πŸ˜€

    owh kukirain itu gangguan baru dok makanya nyari di DSM td kgak ada hehe πŸ™‚

  3. alkodro Juni 8, 2013 at 6:06 am Reply

    bagaimana bs memaafkan dokter???
    smentara masa lalu itu masih trjadi hngga detik ini….

    • Bram Irfanda Juni 8, 2013 at 8:18 am Reply

      diomongin sama ‘orang yg bikin salah’ ya..dg tenang & kejujuran . 99% org tdk menyadari bahwa mereka berbuat salah..maka hrs kita ingatkan dg cara yg baik:-)

  4. Agustina Juni 8, 2013 at 10:25 am Reply

    trimakasih artikelnya dok.
    hmmm, sy punya kisah serupa, dimana yg mengalaminya itu kaka saya, karena dia anak pertama dan ada satu teman saya juga.
    Kalau menurut saya mungkinkah ini syndrome yang hampir dimiliki oleh semua anak sulung? Disadari atau tidak, ini pun semacam sugesti,,, klo “anak pertama itu harus bla–bla–bla– jadi contoh yang baik bagi adik2nya, dan seabreg tuntutan lainnya”. Otomatis hal ini menjadi “beban” buat si anak sulung, baik dia laki-laki/perempuan. Saya pandang, ini wajar saja karena orang tua itu ingin yang terbaik bagi anak, dan itu tadi sugesti jika anak pertama baik anak kedua dan selanjutnya akan baik (baca:padahal belum tentu).
    Namun hal ini menjadi tidak wajar, disaat orang tua sudah benar-benar “mengintimidasi” tanpa menghiraukan sebenarnya kemampuan anaknya itu apa/ sampai batas mana?
    Atau mungkin ini hanya “pendramatisiran” masalah oleh si sulung. Nah ini yang saya lihat, dalam keluarga saya, bahwa sanya memang orang tua saya menginginkan anak pertamanya sukses, dan beliau lihat potensi itu pada kakak saya. Dengan demikian ada rasa bangga dari orang tua jika anaknya berprestasi/ berhasil. Namun ternyata, kakakku melakukan itu benar-benar setengah mati. Dalam artian, dia sebetulnya tidak terlalu mampu dan bahkan mungkin merasa tidak mampu saat itu (untuk kuliah di PTN) namun karena dia ingin tadi, jadi contoh teladan bagi adik-adiknya dan tak ingin kecewakan orang tua saya, dia mati-matian usahakan itu (tanpa ada seorang pun yang tahu).
    Hal ini menunjukkan bahwa, kakak saya tidak mengkomunikasikan harapannya sama sekali sampai akhirnya dia harus dirawat di RSU karena syaraf di otaknya terjepit (sy lupa istilahnya apa?) dan ini saya fikir ada kaitannya dengan beban yang dia tumpuk dan tak coba dikomunikasikan. Dan akibat ini pula kakak saya akhirnya senang karena bisa keluar dari PTN itu, karena selama kuliah dia merasa g nyaman sama sekali.

    Sayangnya permasalahan itu tidak serta merta berhenti disana. Sampai saat ini dia sudah sarjana di tempat yang dia suka, dia sudah berkeluarga dan punya 2 anak, orang tua saya terutama bapak, beliau seolah masih suka membandingkan kakak saya dengan saya dan adik saya.
    Hal ini sebetulnya sudah saya ingatkan pada bapak saya secara baik-baik, bahwa anak itu memiliki kemampuan berbeda dll. (ini saya kemukakan setelah saya tahu, cerita kakak saya). Tapi tidak semudah itu, beliau percaya karena beliau anggap prestasi yang di raih kakak saya waktu kecil-kuliah dianggapnnya kakak saya itu tidak merasa dibebani, karena memang tidak pernah kakak kemukakan.
    Jadi intinya mungkin komunikasi yang baik, saling percaya, positive thingking, terbuka.
    dan bagaimana kita memandang sesuatu itu beban atau kepercayaan.

    Saya dari segi prestasi, dan perilaku jujur saat kecil jauh sekali di bawah kakak saya, justru saya yang iri pada dia, dia (baca:kakak) sering dipuji karena kebaikan dan prestasinya. Namun kondisi ini sedikit, demi sedikit berangsur-angsur membaik disaat ibu saya hamil lagi. Jadi ceritanya saya mau punya adik, ada rasa malu klo kakaknya “begajulan” ada rasa tanggung jawab dari yang tadinya adik dari seorang kakak, sekarang harus menjadi kakak, dari seorang adik. Meski tetap pembawaan saya/ karakter saya “cuek”.

    Dari sini saya bisa sedikit terbuka fikiran, jika suatu saat saya jadi orang tua (aamiin) bahwa yang harus dilakukan adalah memberikan pengalaman-pengalaman yang membuat anak tersadar sendiri akan tugas, peran, tanggung jawab anak, dengan cara mengarahkan dan memberikan kepercayaan, bukannya mendoktrin, mengintimidasi dan sejenisnya.
    Wallahu’alam…
    just sharing … mudah2an ada ilmu yg bisa dipetik.
    dan mohon doanya, agar kami sekeluarga senantiasa ada dalam ridloNya.
    begitupun dengan dokter dan para pembaca semua…
    ^_^

    Ini hanya sharing,

    • Bram Irfanda Juni 9, 2013 at 1:50 am Reply

      iya,,komunikasi Adl yg plg penting,, kakaknya hrs bilang ke ortunya klo hidupnya benarnya ga bahagia. tanpa kejujuran, hanya ada salah paham..:)

  5. ica Juni 10, 2013 at 1:34 pm Reply

    Dok, trims sblm’a atas artikel ini yg memberi sy pncerahan. sehat selalu utk dokter dan team,amin. Akhir2 ini, setahun blkgn sy sering mengalami cemas berlebihan dan serangan panik. Bila suami sdg dlm prjalanan atau jauh dr sy, datang fikiran2 buruk. Entah takut dia sakit, kecelakaan, dsb. Saya berobat k dr. Umum. Dan hny dibilang ini dr maag yg sy derita. Sy mencari tau sendiri apa yg mmbuat sy bgni. Trnyata.. Dr artikel ini sy bisa dapat jwbn’a. Ortu sy sdh meninggal 12thn dan 10thn lalu, dan kedua’a meninggal tanpa sakit parah dan lama. Hny semalaman msk icu. Dan meninggal. Saat itu sy msh remaja. Mgqn itu pnybb’a. Krn sjk itu sy mrsa Tuhan merampas milik sy bgtu cepat.. Saya akan coba menerima smua knyataan, sy tdk mau tersiksa lbh lama lagi. Tuhan Maha Penyayang.. Itu yg terbaik utk keduanya.. Semoga saya bisa dok,doakan.. πŸ™‚

    • Bram Irfanda Juni 11, 2013 at 1:32 am Reply

      pasti bisa..& semoga segera bisa memaafkan kejadian itu πŸ™‚

      TUHAN MAHA BAIK..
      Kita saja yg sering tidak bisa mencerna apa arti ‘kebaikan’ yg dikirimkan TUHAN..:)

      Sabar ya mbak.. πŸ™‚

  6. cindy anindya Juni 15, 2013 at 3:52 pm Reply

    Dok aq seorang perempuan usiaku 27tahun..aq mempunyai seorang anak usia 2tahun…suamiku seumuran denganku…rumahtangga ku dr awal smpe skrg tdk pernah ad keharmonisan,,dia kasar,suka selingkuh,kdrt,dia suka konsumsi alkohol..dr segi materi alhamdulilah sangat lebih berkecukupan,tp syg uang gajih suamiku yg sebulan mecapai 20jt lbh hbs dpake ubtuk foya2 jajan cewe,ngsh2 k cewe,ngsh2 kkeluarganya,temen2nya sementara utk anak n istrinya sgt perhitungan..aq sgt putus asa dgn keadaan rumah tanggaku skr,aq prnh hampir mau bunuh diri..kdg aq merasa tuhan tak adil…aq srg dpukulin,sampe aq srg sakit2an krn kekerasan fisik,oral smpe menimbulkan luka dihati aku yg teramat perih,mungkin sampe aq masuk liang kubur aq sulit memaafkannya krn sudah terbanyak luka batin,luka fisik yg dia lakukan terkecuali dia tobat n bnr2 berubah…aq meminta cerai tp suamiku tak pernah mau menceraikanku…aq memikirkan perkembangan anaku n kondisi psikologis dia klo dia dbesarken dlm keadaan sprti ini apalgi suamiku org yg jauh dr agama…terkadang aq merasa menyesal menikah dgn suamiku..terkadang aq merasa menjadi wanita bodoh yg termakan janji manis dia..skr aq cm berharap tuhan membalikan keadaanku skr,tp entahlah bsa apa tdk..hatiku selalu diikuti rasa penyesalan,sakit hati n dendam…

    • Bram Irfanda Juni 16, 2013 at 3:52 am Reply

      sabar ya..lukanya banyak ini mb..

      baiknya mb segera pisah dg suaminya, agar anaknya tidak terluka jg,,malah bisa berbahaya kalo anaknya udah gede & liat kelakuan bapaknya..

      Sabar ya,,klo muslim, banyak2kin sholat tahajud ya..:)

      • cindy anindya Juni 18, 2013 at 3:31 pm Reply

        Dok kepalaku skr sakit2an..ap itu gara2 aq kebanyakan pikiran ap gmna?

        • Bram Irfanda Juni 19, 2013 at 1:43 am Reply

          bisa,,:)

          • cindy anindya Juni 20, 2013 at 2:09 am Reply

            Dok aq mau tanya mnrt agama islam kan istri haram meminta cerai…aq ud prnh cb mmnta cerai tp suamiku menolak n blg ktnya aq istri durhaka..mnrut dokter gmna dok?mhn jwbnnya mksh bny…

  7. fathy Juni 24, 2013 at 3:06 am Reply

    Wah, ngena bgt ini. Kita g bs memilih tipe orgtua yg seperti apa. Begitu pula dg kehidupan saya. Orgtua saya kehidupan RT nya tdk harmonis, selalu ada cekcok. Ibu saya orgnya keras kepala, dan Bapak saya jg pemarah dan suka kekerasan. Saya aja heran kok mereka bisa nikah dan melanjutkan pernikahan sperti ini. Ternyata. Dulu ibu saya itu dijodohkan deh. Saya mengalami masa kecil yg krg menyenangkan, dirobek buku pelajarannya saat sedang belajar, dicubit, dipukul bhkan pernah ditendang. Bahkan saya pernah berfikir utk lari dr rumah, namun entah mengapa luka itu saya simpan, saya hanya bisa menangis dan saya menjadi org yg tertutup. Bgmn mgkn seorang anak bs menjadi dewasaan sdgkan orgtuanya sama sekali tidak pernah mengajarkan arti kedewasaan itu?
    Tekanan-tekanan fisik dan psikologis itu, pemaksaan2 utk menjadi apa yg tidak saya inginkan, sangat menyiksa saya, mulai dari kuliah hingga kerja. Menurut saya anak bukanlah robot yg bisa diatur sekehendak hati orangtuanya. Every child is special. Bahkan jika mengingat segala tekanan2 tsb, saya sering sekali menangis. Sulit sekali rasanya utk memaafkan masa lalu dan berdamai dengannya..
    Saya harus keluar dari semua ini. Meski msh belum sepenuhnya bisa melupakan, setidaknya saya berusaha memaafkan. Saya g mau ini menjadi bom waktu yg menghancurkan saya. Saya harus bersyukur msh diberi nikmat orgtua. Dr pengalaman ini saya belajar bahwa menikah jgn hanya sekedar tuntutan umur, biologis tapi lebih kepada bagaimana menjadi orangtua yg baik utk mendidik generasi terbaik. Sebelum menikah, ilmu tentang parenting yang baik itu sangatlah penting. Semoga keluarga masa depan saya jauh lebih baik daripada keluarga saya sekarang.

    • Bram Irfanda Juni 24, 2013 at 2:31 pm Reply

      aamiin..

      sebaiknya sebelum menikah, mbak ngobrol2 sama psikolog/psikiater ya..biar luka masa lalunya bisa dimaafkan.. πŸ™‚

  8. anisa Juni 30, 2013 at 12:39 pm Reply

    Temen sy Γ₯βˆ‚aΜ…Μ² dok mngalami sprti itu,blm bs mmaafkan masa lalu nya. Rsa benci n dendam dgn sang mantan pcarnya dulu msih mnghantui dirinya dok. Wlaupun skr dia sdh mnikah. Dulu dia di prlakukan sbgai plampiasan nafsu mantannya itu. N dia hamil dok,tp mantan pcarnya dulu tdk ♏ΒͺΞ° mngakui anaknya itu n dirayu jk anak itu di gugurkan sang mantan pcar brjanji mnikahinya. Bhkan sang pcarnya dulu smpe sumpah pke nama Tuhan demi janjinya itu. N akhirnya sang wanita aborsi janin yg Γ₯βˆ‚aΜ…Μ² di rahimnya. Tp knyataannya prria itu mlah kabur n skr mnikah dgn wanita lain. Sngguh hancur wanita itu dok skr hdupnya. Untgnya Tuhan mmberikan pria yg ♏ΒͺΞ° mnrimanya apa adanya skr yg kini skr jdi suaminya. Tp stelah 2 thun mnikah dia blum bs hamil dok. Lalu dia smakin myalahkan dirinya sndri mngkin di pikiran dia skr dia mandul krna prnh aborsi 1x dulu,n dia tkut mnjadi wnita yg tdk smpurna krna tdk bs mmberikan kturunan buat suaminya. N smpe saat ini pikirannya msih dendam,benci pd sang mantan pcarnya dulu. Dia sring mnangis sndrian dok mnangisi takdirnya sprti itu n mnyalahkan dirinya sndri. Klo sprti itu pa yg hrus di lakukan untk ttp mmbuatnya semangaaaat lg dok,krna mngkin ni mmng sdhh jalan dr Tuhan kan?

    • Bram Irfanda Juli 6, 2013 at 2:08 am Reply

      buat temennya : sabar ya..

      TUHAN sudah maafin kok kalo hambanya bertaubat & janji ga akan melakukan seks bebas lagi. klo muslim, shlat taubat dlu..

      untuk masalah hamilnya, coba ke dr,kandungan biar dilihat rahimnya gmn..

      kalo rahimnya utuh, ya bisa hamil lagi..harus Pede bisa hamil, klo ga percaya bisa hamil, ga susah bisa hamil..

      mantan pacarnya baiknya dimaafin aja, krn kebencian hanya akan membuat ketidakbahagiaan

      pesan buat temannya : maafkan saja n mulai hidup yg baru bersama suaminya πŸ™‚

      dekati TUHAN, agar tidak lagi ‘tersesat’ dan hati ini tenang πŸ™‚

  9. Axsel Juli 17, 2013 at 10:14 am Reply

    Pengalaman gue sama kaya yg ke2.
    Gue takut menjadi seperti itu

    • Bram Irfanda Juli 17, 2013 at 11:05 pm Reply

      DIMAAFIN yuk ortunya..

      dipahami saja krn biasanya orang tua penuntut dlunya mempunyai ortu yg penuntut jg..

      maafkan saja mereka..

      ajak ngobrol sering2 ya..

      Bila blm bisa memaafkan, sebaiknya ke dr.jiwa atau psikolog ya..buat curhat..:)

  10. rini September 29, 2013 at 6:27 pm Reply

    Sy dok, prnh sakit hati dan kecewa dgn ibu sy yg tiba”menikah lg ( gk bgtu lama stlh ayah sy meninggal), tanpa dikenalkan
    Terlebih dahulu si calonx kpd kami anak”x apalg ke syg sbg anak sulung, mgkin ini yg bikin sy sampe detik ini blm bs respek dgn bpk tiri sy yg emank gk selevel dgn ayah kandung sy. :'(

    • Bram Irfanda September 29, 2013 at 6:39 pm Reply

      rasa sakit ini terlihat jelas masih membayang..

      sebaiknya diobrolin dg ibu dan yah tirinya ya…sebagian besar orang TIDAK PERNAH TAU IA SALAH, sepertinya ibunda anda jg tdk sadar udah menyakiti anak2nya.., ngobrol baik2 ya..:)

  11. jingga September 29, 2013 at 7:25 pm Reply

    bisa jadi pengalaman itu seperti yg pernah saya alami. dan saya juga pernah merasa dendam sampai merasa hidup ini tak ada gunanya lagi. tapi ternyata Tuhan masih sayang kepada saya, dan menyadarkan saya. sekarang, prinsip yg saya pegang adalah “Tidak akan membalas luka dgn luka”. saya akan tetap melakukan yang terbaik untuk orang di sekitar saya, sekalipun tidak ada yg menghargai, saya tidak terlalu peduli. Bagi saya, penilaian terpenting adalah dari Allah semata. Sebenarnya, ketika kita dekat dg Tuhan, semuanya akan lebih terasa damai. semoga bermanfaat..

    • Bram Irfanda September 29, 2013 at 7:54 pm Reply

      Alhamdulillah,,Saudari Jingga sudah bisa berdamai dg masa lalu..

      Orang akan ‘memandang’ kita ketika kita sudah sukses luar biasa. Bukan masalah anda diremehkan dan tidak dianggap. Jadikan sikap buruk orang lain sbg semangat agar kita lbh giat berjuang utk kemuliaan hidup kita..:)

  12. andi September 29, 2013 at 7:36 pm Reply

    Dr Bram, sy mempunyai masa lalu yg kelam berkaitan perselingkungan yg akhirnya melukai hati istri sy. Kesalahan dan dosa ini begitu kuat mencengkeram batin sy, shg membuat sy sll ragu dalam melangkah.

    • Bram Irfanda September 29, 2013 at 7:51 pm Reply

      sebenarnya, asal bapak bertaubat dan berjanji tidak akan selingkuh lg (dan membuktikannya dg perbuatan), istri anda pasti memaafkan..

      Coba diobrolkan dg istrinya mengenai penderitaan batin anda atas penyesalan anda dimasa lalu, pasti istri anda akan memaafkan anda..

      smg kebahagiaan sll menyertai bapak & keluarga:)

  13. dwiex Oktober 1, 2013 at 6:56 pm Reply

    dr.Bram, klo masalah sy lbh pelik lagiii, krn terjadi pd istri sy, Istri sy anak dr Dokter Sp.PD dan Dokter SpB, tp jaman kecilnya ancur bgt, sbg anak pertama dr 4 bersaudara, jmn kecilnya sgt krg perhatian, krn selalu ditinggal ortunya utk mengejar Karir sbg dokter Spesialis, semuanya serba sibuk…dr segi kebutuhan sehari2 aja selalu sgt minim, stlh lulus SD, diperparah Bapaknya yg suka jelalatan, yg akhirnya terjadi perceraian, akhirnya masa remajanya ga bisa dilalui dg mulus n lurus, hrs terjerumus dg hal2 yg negatiff, dr mulai kls 2 SMA sampai kuliah semester 2,sering bgt pingsan2 n depresi berat,akhirnya sy memberanikan diri utk menikahinya dg niat me”ramut”nya, sayangnya kedua orgtuanya mlh lepas tangan, bahkan ketika mo lahiran anak pertama kami, kami mlh diusir, yg sampai skrg sgt menyakiti perasaan kami berdua,sampai skrg di usia 10thn pernikahan kami, istri sy sering krg terima dg perlakuan masa lalu kedua org tuanya……ada saran yg Jitu ga Dok??? agar kami bs melewati dg hati yg Besar n Legawa……

    • Bram Irfanda Oktober 1, 2013 at 7:43 pm Reply

      tidak semua orang tua itu baik, sayangnya kebanyakan ‘yg tidak baik’ ini tidak pernah sadar kalo ia salah..

      sepertinya orang tua nyonya anda lebih mementingkan keduniawian (biasanya sgt sombong dan sok, disertai berbgai sifat lain yg bikin ‘gemes’), shg mereka DIBUTAKAN TUHAN AKAN KARUNIAnya (anak dan keluarga yg bahagia)..

      Sebaiknya anda jgn menyalahkan istri yg benci dg ortunya, namun sebaiknya terus mendorong istri (tanpa paksaan) untuk memaafkan ortunya.

      Setelah ortu istri pensiun & prakteknya tidak laris lagi, biasanya keadaan ekonomi (& apapun yg mereka sombongkan) mrk akan turun, begitu jg dg rasa sombong & takaburnya, berbalik menjadi rasa rendah diri..

      ketika mereka (ortu istri) sudah sgt tua dan ‘jatuh’ inilah, saat yg tepat utk ngobrol dg ber4 dg kedua ortu istri, ceritakan semuanya : penderitaan krn ditinggal ortu dll, sakitnya diusir dll TANPA EMOSI & DENDAM..

      Biasanya mereka akan sadar, setelah semua apa yg mereka sombongkan di masa lalu hilang,,

      Untuk saat ini, bila sikap ortu istri masih jelek, baiknya ketemu sekali setahun saja..setelah mereka sadar, barulah anda dekati dg tulus..

      Bila kebencian istri parah, baiknya ke psikiater/psikolog ya,,krn biasanya ia akan bersikap demikian dg anak2 anda (tidak selalu)

      • dwiex Oktober 1, 2013 at 8:30 pm Reply

        sayangnya saat ini mrk baru sukses2nya, tp arogan, Bapaknya dulunya sdh menelantarkan, skrg sdh suksespun mlh tambah ngegemesin, bukannya memperbaiki kesalahan masa lalu.mlh nambah istri lg, dan nambah lg, istri yg kedua punya anak 1, istri yg ke 3nya anaknya mlh 2, saking Kecewanya, prnah suatu saat istriku dibelikan rumah senilai 500jt, krn sdh kecewa berat, istriku menolaknya,krn tahu,pasti akan dibuat omongan2 yg pahit dihadapan kolega2nya ,krn pernah suatu saat istriku ga diakui sbg anaknya ktk Koleganya menanyakan gara2 istriku ga sukses scr Karir, Hadewww, tp aku n istriku trz belajar utk selalu Legowo, terima kenyataan ini, Berusaha Surviving dg 3 anak2ku yg masih kecil,berusaha keras utk mandiri, serta Yakin, Alloh pasti akan memberikan pelajaran/Hikmah pd ke2 orgtuanya, dan akan memberikan keberkahan pd Keluarga kami,..Aamiiin

        • Bram Irfanda Oktober 1, 2013 at 9:05 pm Reply

          coba bapak baca geraidinar(dot)com ya biar keadaan ekonominya membaik:)

          Saya malah kasian dg ortunya istri, dia tidak sadar sedang menggadaikan masa tuanya dg HAL2 KURANG PENTING..

          saran saya, bapak dan istri bisnis sampe sukses disatu bidang, lalu ketika ortu istri jatuh (ITU PASTI, SUDAH BANYAK SAYA JUMPAI DOKTER SUKSES YG MENINGGAL DLM KONDISI MISKIN), rawatlah dg kasih sayang dirumah bapak..

          Dg ini, luka istri bapak akan perlahan sembuh, dan ortunya akan sgt menyesal dg masa lalunya..

          Barakallah..:)

        • sefti Oktober 6, 2013 at 7:42 pm Reply

          Untuk bpk dwiex, saya rekomendasiin untuk ke soul healer. Di website irmarahayu.com atau via twitter @irmasoulhealer atau baca bukunya yg berjudul emotional healing therapy.
          Insyaallah bisa membantu πŸ™‚

  14. indah alriestya Oktober 1, 2013 at 8:26 pm Reply

    Dokter saya juga mengalami masa kecil seperti itu, saya suka dipukul oleh ibu saya. Sampai akhirnya saat SMA saya terkena penyakit Lupus karena saya terlalu stres menghadapi masa-masa sulit tersebut. Saya selalu berpikir dalam sebelum bertindak agar ibu saya tidak marah. Namun, sekarang saya mencoba melupakan kejadian2 itu tetapi sangat susah Dok:((

    • Bram Irfanda Oktober 1, 2013 at 8:58 pm Reply

      saran saya, TIDAK USAH DILUPAKAN..tapi dimaafkan..:)

      sebaiknya mbk Indah mencari tau apa si penyebab Ibu begitu galak? biasanya ibu begitu krn dlu ibunya mbak juga sering dipukul sama ortunya. dg tau apa sebab Ibu mbk bersikap begitu, dlm diri mbak bisa timbul rasa kasihan kpd ibunya, rasa kasihan inilah yg bisa membuat mb Indah sedikit demi sedikit mampu MEMAAFKAN ibunya..

      Saat ini ibu sudah membaik sikapnya? bila sikap ibu sudah baik, coba diobrolin dg ibunya ya, semua luka, sakit hati, penderitaan mbak dimasa lalu semua diomongin TANPA DENDAM & TANPA EMOSI ke ibunya biar mbak lega,,tanpa berharap ibu akan meminta maaf..

      SAYA SANGAT YAKIN, ibunya mbak juga TIDAK bahagia dg kehidupannya dan ketidakmampuannya sbg ibu yg baik, namun beliau tdk mampu mengenalinya, makanya sikapnya buruk ke anak2nya..

      Bila mbak tidak cukup kuat, periksa ke psikolog ya:),

      setiap pagi senyum 5 menit ya, bayangin yg indah2..:) biar lupusnya membaik:)

  15. via Oktober 2, 2013 at 3:49 pm Reply

    Salam Dokter,

    Saya memiliki masalah dengan ibu saya,sejak tahun lalu ibu saya bercerai dengan ayah sehingga ayah tinggal dengan saya sampai saat ini.ibu seperti tidak terima karena saya menampung ayah dan tidak menyetujui perceraian mereka.dalam hal ini ayah sudah pasrah karena ikut andil dalam perceraian tersebut.gara2 hal ini sampai sekarang saya tidak bicara dengan ibu dan beliau tidak pernah menjenguk putri saya sejak dilahirkan,saya sangat sakit hati terlebih ingat masa lalu di mana ibu seringkali memukuli saya bahkan tanpa alasan jelas.jujur saya sangat sakit hati menjurus dendam sehingga sulit memaafkan ibu,di tambah keluarga ibu mendukung meng-amin-kan perceraian orang tua saya membuat saya lebih memilih putus kontak dengan mereka semua.
    apa yang harus saya lakukan?terakhir kali saya bertemu ibu saya malah di caci maki dan tidak di akui anak,suami juga di usir.saya takut hal ini mengganggu rumah tangga kami dan anak saya.saya mencintai suami dan anak saya sehingga takut akan terjadi hal-hal buruk karena saya masih tidak bisa memaafkan masa lalu saya

    • Bram Irfanda Oktober 2, 2013 at 9:10 pm Reply

      salam mb Via,

      Melihat dari ceritanya, terlihat kalo ibu dan keluarganya sama saja..sama2 buruk sikapnya, sama2 buruk sifatnya..dll

      Jadi, dari keluarganya ibulah awal mula dari jeleknya sikap & sifat ibu..

      Karena mb masih sgt marah, dan sulit utk mengharapkan Ibu berubah, sebaiknya mb jangan ketemu ibu dan keluarganya dlu ya..

      yg harus mb Via sadari adalah Ibu begitu krn lingkungan n keluarganya seperti itu..jd karakter dan sikap ibu akan meniru lingkungannya. Jadi sebenarnya Ibu mb Via juga SIAL dibesarkan dlm keluarga yg buruk..

      Nah, mb Via harus sadar bahwa mb via dilindungi TUHAN dari sifat buruk ibu yg membesarkan..

      Jadi mb Via hrs banyak bersyukur,,dan mewujudkan rasa syukurnya dg MENJADI IBU YG TERBAIK BAGI ANAK2NYA DAN MENJADI ISTRI TERBAIK BAGI SUAMI mb..

      Untuk ibunya, dikasihani sajalah..sudah tua dan mau bertemu TUHAN tapi belum diberi kesadaran mna yg baik & yg buruk..

      TIDAK PERLU MEMAKSA UTK MEMAFKAN IBU, biarkan mengalir..

      Kasihani ibunya krn menjadi manusia yg menyia2kan salah satu harta terbaiknya yakni keluarganya..

      Senyum yg lebar ya..:)

      • via Oktober 4, 2013 at 2:42 pm Reply

        terima kasih banyak dokter,saran dokter akan saya ikuti setidaknya sampai kami (saya dan ibu ) bisa bicara lagi,karena seebetulnya saya rindu ibu saya,cuma klo di ingat2 klakuannya kok ya jadi sebel lagi.di tambah sekarang da pacar baru pula katanya.waduhh…sudahlah terima kasih banyak ya dok ,jangan bosah di curhatin lagi ya..

        salam
        via

        • Bram Irfanda Oktober 4, 2013 at 3:33 pm Reply

          orang buruk diluar sana biar aja klo ga mau diajak ke yg baik,,:)

          santai saja, tugas kita hanya membuat diri kita pantas masuk surga.. πŸ™‚

  16. miranda Oktober 2, 2013 at 11:40 pm Reply

    dok, saya punya masalah. saat ini saya sudah menikah dan mempunyai anak satu. pernikahan saya bahagia berjalan sekitar 3 tahun. tapi kenapa sampai sekarang saya masih mengingat mantan saya? selain fisiknya yang memang ganteng perlakuannya terhadap saya pun sangt baik tidak ada lelaki yang bisa sebaik mantan saya itu, saya pacaran dengannya 2,5 taun. masa2 susah kami jalani bersama selama 2,5 taun. (sampai pernah makan sepiring berdua saking tidak ada uang) sampai akhirnya dia memutuskan saya karena wanita lain. saya akui pada waktu kami pacaran saya terlalu keras, krna ingin mengajarkan dia tentang kebaikan (sholat, sedekah, dll) tapi malah terlalu keras sehingga mungkin dia cape. dan saya sering kasar krna sikap saya yg dulu emosional krna masalah pelik di keluarga saya (orang tua bercerai, ekonomi jatuh habis2an) mantan saya itu sangat sabar dan sering menangis kalo saya kasar terhadapnya. sampai sekarang saya merasa menyesal sering membuat dia menangis, saya terlalu angkuh dengan keyakinan dia sangat mencintai saya, saya sombong dengan perasaan dia yg bgtu cinta sama saya sampai akhirnya dia meninggalkan saya. saya sudah minta maaf lewat facebook tapi dia tidak membalaS. dia skrg sudah mempunyai pacar yang jauh lebih baik dari saya. dia cantik, shaleh, dari keluarga baik2. tapi kenapa sampai sekarang saya tidak tenang? saya selalu merasa bersalah, saya selalu mengingatnya, saya ingin selalu minta maaf. tolong saya dok, bagaimana caranya agar saya fokus terhadap keluarga saya. terimakasih.

    • Bram Irfanda Oktober 3, 2013 at 9:50 pm Reply

      salam:)

      Mb Miranda terpenjara masa lalu krn berfokus pd masa lalu, masih mengingat, merasa bersalah dll..

      Saat ini, cowok itu (saya yakin) sudah mendapatkan kebahagiaannya sendiri..

      Jadi, dia sudah bahagia..apa lg yg mb Miranda sesalkan?

      Bukannya mencintai itu berusaha membahagiakan org yg kita cintai?

      Saat ini dia sudah bahagia,,skrg saatnya mb Miranda bahagia dg keluarga dan suami mb..

      Mulai skrg, berfokus utk menjadi bahagia dg keluarga mb skrg, syukuri yg telah kita dapat..

      Saya merasa peristiwa ini adalah peringatan TUHAN agar mb berubah menjadi org yg lebih baik, menjadi ibu yg baik utk anak dan istri yg sempurna utk suami mb skrg..

      Jadi, cowok itu hanyalah jalan TUHAN utk memperbaiki dan menyiapkan diri & pribadi mb Miranda menjadi lebih baik shg siap menjadi ibu dan istri yg hebat..

      smg membantu:)

  17. Risa Oktober 3, 2013 at 6:34 pm Reply

    dr. Gimana cara maafin masa lalu? Sampe sekarang aja masih ada. Ayah saya masih sering menggembar-gemborkan soal anak laki-laki sedangkan di keluarga saya anak hanya ada 1 yaitu saya perempuan. Keluarga kami menganut patrilineal. Persoalan ini saya ketahui dari orang lain dan ibu saya. Sampai saat ini saya masih merasa kesal jika mengingat hal ini.

    • Bram Irfanda Oktober 3, 2013 at 10:06 pm Reply

      tidak usah dimaafkan dlu, dipahami dlu kenapa ayah sgt mengidamkan anak laki,,

      Mungkin ayahnya ad’ sering dihina, ditertawakan oleh tetangga & tmn2nya krn tdk punya anak laki?atau keluarganya?krn dibeberapa daerah seperti itu yg terjadi..

      disepelakan dan dihina org itu aib dan sgt menyakitkan buat lelaki seperti ayahnya d’ Risa..

      Biasanya krn itu, Ayah TANPA SADAR sering menggembor2kan anak laki..AYAH MELAKUKAN INI KRN RASA FRUSTASInya tidak bisa punya anak laki. jadi bukan krn AYAH membenci punya anak d’ risa..

      saran kami d’Risa berusaha jd anak yg hebat luar biasa, shg lebh hebat dari anak2 laki tmn2 dan tetangga ayah. Buat Ayahnya bangga punya Anak cewek yg membanggakan,,:)

      Apakah masalah ini pernah dibicarakan berdua dg ayahnya? coba berbicara dari hati ke hati ya, ungkapkan semua isi hati d’Risa selama ini, dg nangis lebih baik,,namun TANPA EMOSI& TANPA DENDAM..

      Biasanya ortu TIDAK MERASA SEDANG MENYAKITI ANAKNYA (MENGANGGAPNYA WAJAR), maka dg berbicara dari hati ke hati inilah, ayah d’Risa bisa mengerti perasaan putrinya satu2nya..

      SEBAGIAN BESAR AYAH ITU Baik, namun mereka seringKALI tdk tau bgaimana cara mencintai anaknya dg benar..krn itu bicara dari hati ke hati sgt bagus utk membantu bisa saling memahami satu dg yg lain..

      Senyum yg lebar ya..

  18. Ayu Oktober 3, 2013 at 8:47 pm Reply

    Salam dok,
    saya mempunyai masalah dengan ibu saya. bahkan sampai sekarang saya sering mendiamkan ibu saya, padahal kami tinggal berjauhan dan jarang bertemu. tapi setiap bertemu setahun sekali atau lebih, saya hanya diam dan tidak menyapa.
    saya sakit hati dengan ibu saya dok, dari kecil saya dibesarkan dengan kekerasan, ibu saya suka menyakiti perasaan saya. tidak seperti orang tua lain yang membanggakan anak2 nya ketika bertemu. ibu saya mengatakan hal2 memalukan ttg diri saya, bahkan kadang hal yg tidak saya lakukan juga diucapkan ibu saya.

    ibu saya juga malu memiliki saya, dulu sewaktu kecil saya pernah diusir ktika ingin bertemu ibu di perkumpulan PKK hanya karna ibu malu melihat pakaian saya. ibu saya juga sering memukuli saya ketika dia merasa lelah dengan pekerjaannya dan merasa terbebani.
    ibu saya membedakan saya karna saya masuk jurusan kedokteran bukan seperti kakak saya yg lwat SNMPTN , saya masuk jalur mandiri yg notabene lebih mahal.
    banyak hal lain dok sbnrnya yg lebih dr itu.
    sekarang stelah dewasa , saya pernah di katakan teman saya saya menderita psikosomatis (kebetulan saya kuliah di jurusan kedokteran). karena saya sering berobat dok, untuk hal2 yang dirasa tidak perlu.
    dulu, sewaktu belum mengerti, sewaktu SMP saya suka merasa saya menderita banyak sekali penyakit. saya pernah memaksa ayah saya untuk mengirimkan uang untuk saya untuk CT scan, karena saya takut ada sesuatu di kepala saya karena setiap dimarahi, stres saya langsung migren . saya sering doctor shopping untuk migren classic saya ini. sampai akhirnya saya bertemu dokter umum yg jaga di IGD yg hanya memberikan penenang ketika saya kambuh migrennya. dari situ saya baru prcaya kalau saya bermasalah dengan psikis saya
    saya sampai ke Sp.S dan dirujuk ke Psikiater , karna memang masalahnya psikis.
    dan penyakit lain yg sebenarnya tidak saya derita tapi hanya fikiran saya saja.

    tetapi sekarang saya mulai sadar kalau saya tidak mempunyai banyak penyakit seperti yang saya fikirkan, namun jika setelah bertemu ibu saya, kadang saya penyakit lama saya suka kambuh

    mohon saran dok , saya tidak bisa merubah watak ibu saya , tapi saya juga tidak bisa menerima sikap ibu saya terhadap saya .
    terimakasih dok

    • Bram Irfanda Oktober 3, 2013 at 10:54 pm Reply

      Salam:),

      awal mula masalah ini adalah IBU yg membedakan dg memperlakukan d’ayu lebih buruk dari saudara2 yg lain sejak kecil, betul? apakah saudaranya cowok semua?hanya d’ayu yg cewek?

      Mari kita cari sebabnya dlu, knp ibu sejak kecil terkesan benci dg d’ayu..

      Penyebab rasa benci IBU, saya yakin bukan krn d’ayu layak dibenci, namun masalah sesungguhnya ada di pihak ibu (baik masa kecilnya yg sering dipukul krn anak cewek, atau memang keluarga ibu dlu sering bersikap buruk spt memukul shg ibu menjadi emosional dll)

      IBU membenci d’ayu krn ALAM BAWAH SADAR IBU TANPA SADAR membuatnya mengingat apa yg ia benci, setiap melihat d’ayu..

      Hal2 kecil seperti d’ayu mirip dg org yg paling Ibu benci, atau waktu mengandung d’ayu , terjadi sesuatu yg ibu benci,sudah bisa menjadi alasan kenapa Ibu terkesan membenci d’ayu..memang alasannya seringkali tdk jelas & spesifik..

      jadi masalah utamanya memang ada di ibu ad’..

      Saran sya, coba utk bicara hati ke hati berdua dg ibu, sbg ibu dan anak..TANPA EMOSI& TANPA DENDAM..

      tanya pertanyaan ini : “SAYA SEJAK KECIL SANGAT SAYANG DG IBU, TP KENAPA YA SAYA MERASA IBU TIDAK SAYANG DG SAYA?”

      “APAKAH IBU SAYANG DG SAYA? LANTAS kenapa dlu ibu sering memukul saya?”

      silakan lanjutkan pembicaraannya dg semua unek2 yg ad’ punyai, semua penderitaan, semua kejadian buruk yg terjadi, semua hrs dibicarakan..dg nada yg rendah, klo perlu dg menangis agar menyentuh alam bawah sadar ibu..

      Pertanyaan terakhir :

      “Apa yg bisa ayu lalukan agar ibu sayang ke ayu sama seperti ke saudara yg lain?” pertanyaan ini sbg penegasan kalo ad’ ingin diperlakukan sama dg yg lain..apa yg dijawab ATAS PERTANYAAN TERAKHIR ibu belum tentu merupakan penyebab ibu terkesan benci d’ayu (krn manusia sering LUPA / TDK MENGERTI MENGAPA IA MELAKUKAN SESUATU), JD TIDAK HRS DILAKUKAN..

      RESPON ad’ baiknya didasarkan pada keseluruhan isi pembicaraan dg ibu..termasuk gerak tanpa sadarnya (klo ga bisa gpp, perhatikan isi pembicaraan ibu saja)

      Luka d’ayu ini memang sudah demikian menumpuk shg membuat penyakit psikosomatis dll..mulai skrg baiknya hiasi hidup dg banyak bersyukur (setiap pagi buat daftar syukur : hal2 yg layak disyukuri spt sehatm, mata lengkap dll) dan krn anak FK, baiknya banyak baca buku psikologi..lalu coba obati psikologis ad’ sendiri ya..:)

      smg membantu,,:)

  19. fida Oktober 3, 2013 at 11:34 pm Reply

    Aq jg mngalami hal yg sama tp gk tw krn apa.soal’y dr kcil smpai skrng Aq gk dekat&gk prnh terbuka Sm Ibu!ada rsa benci jg krn Ibu lbih prhatiaan Sm saudara2’y za,giliran Sm anak&saudara2 suami qu sring mnjelek2an!&aq gk skA Sm Ibu krn sring mnjelek2aΓ± bpk&keluarga’y!aq gk suka Sm Ibu krn menurut qu Ibu tidk mngajarkn anak’y yg baik sPrti Ibu2 yg lain!sikap&sifat’y yg sllu bikin aq kesel!stiap curhat k’ibu tntang suami mlah Ibu sllu mempengaruhi yg jlk2!gmna cara mnghadapi Ibu seperti ini??

    • Bram Irfanda Oktober 4, 2013 at 3:38 pm Reply

      Pertama mb Fida kan udah tau sikap & sifat ibu buruk,,ya jgn didengarkan aja perintah/nasihatnya..

      Sudah berkeluarga? krn tidak setiap hari ktm ibu lg, ya mb Fida untung..sebaiknya jaga jarak ya, jgn sering bertemu, apalagi tinggal serumah..Bila bertemu, sebentar saja dan omongin hal2 yg penting saja agar tdk terpengaruh sifat ibu..

      Mengubah Orang itu SANGAT SUSAH..jd jgn terlalu berharap bisa mengubah. tp klo mau berusaha mengubah boleh..:)

  20. Ayu Oktober 5, 2013 at 6:05 pm Reply

    iya dok, sepertinya yang dokter bilang itu bener banget, memang ada seseorang sewaktu ibu hamil saya , yang menyakiti ibu saya, saya pernah diberitahu ayah saya. mungkin beliau teringat org tsb jika melihat saya.

    terima kasih dok, sangat membantu akan saya coba

  21. Risma Oktober 5, 2013 at 10:23 pm Reply

    Dokter,
    Apa bisa kasih rekomendasi psikiater/ psikolog yg cocok tuk mengatasi masalah spt ini? Kira2 biaya konsultasi/ terapinya berapa ya? Terima kasih.

    • Bram Irfanda Oktober 6, 2013 at 10:58 am Reply

      coba cari di google y,,cari yg dikotanya..

      Kalo cari psikiater(dr.sp.KJ), cari yg konsultan Neurotik. tp dr.sp.KJ biasapun gpp:)

  22. Paresma Oktober 6, 2013 at 8:42 pm Reply

    setuju banget sama ucapan itu: “untuk apa dilupakan kalau udah dimaafkan”

    ngapunten, cuma mau bilang, “emang cocok banget jadi Psikiater”

    mau komen soal biaya konsultasi ke Psikolog, kata dosen2+Psikolog yg sy kenal (tapi di kota Malang), sesuai kode etik Psikologi konseling/konsultasi biayanya dihitung perjam 100ribu. (tp klo sekarang, saya kurang tau lagi, naik atau tidaknya, hehe)

    di Surabaya jg byk Psikolognya, dan ada juga yg udah buka cyber counseling (konseling by email biasanya 50rb per email, kalo by phone itu dihitung per menit dan agak mahal) tp lebih baik konseling face to face aja.

    tp kalo klien yg “kurang mampu”, biasanya ada juga Psikolog yg baik hati ngeikhlasin tanpa perlu bayar πŸ™‚

    • Bram Irfanda Oktober 7, 2013 at 7:45 pm Reply

      nah..mb Paresma ini Psikolog ya,,jadi tau rate psikolog πŸ™‚

      utk psikiater setau saya mulai 100ribu/30menit, utk Prof 200-500ribu/30menit πŸ™‚

  23. Cyn Oktober 11, 2013 at 8:16 pm Reply

    malam dok, begitupun saya,
    semasa kecil didikan saya sangat keras, terutama dr ibu saya, sekolah harus ranking, gak boleh manja,, dr SD-SMA sy selalu sekolah full day dr 7 pg-4 tnp antar jemput, sepulang sekolah kalau tidak membersihkan rumah/membantu dirumah saya dimarahi, dimaki, jika saya tertidur saat belajar krn lelah paginya saya akan dimarahi, jika saya enggan makan masakan beliau, beliau tak akan peduli, jika tabungan saya dipecah, beliau yang ambil,

    namun begitu hal tsb tidak pernah cukup untuk ibu saya

    berbanding 180 derajat dengan adik saya, semua difasilitasi, dimanjakan, apa yang dimintanya akan ada sekedip mata di depannya, namun begitu saya justru menjadi over protektif thdp adik saya krn saya berpikir dia tdk boleh spt saya.

    selain itu, kebencian terbesar saya dtg dr keluarga besar ayah-ibu saya, dimana sejak kecil selalu mengucilkan dan menjauhi keluarga saya dan tdk pernah menganggap keluarga saya, menghina ayah-ibu saya, menolak ayah-ibu saya

    alhamdulillah saat ini Allah memberi rezeki yang luar biasa pada keluarga saya , saat inilah semua nya muncul kakek-nenek dan entah siapa ketika kerumah menjelaskan bahwa dia sepupu ayah/ibu saya dan tujuannya selalu meminta bantuan, saya selalu marah akan hal itu mengingat mrk pun tidak dpt dimintai tolong saat keluarga kami membutuhkan

    bahkan keluarga besar pernah mengatur hidup saya, kuliah, pekerjaan hingga berniat menjodohkan saya dgn seorang sepupu. juga mengatur hidup adik saya dengan serupa

    sy benar2 membenci dan marah bahkan dengan tegas saya berkata pd ayah-ibu saya untuk menjauh dari keluarga besar kami, krn saya tdk mau berhubungan dengan mereka yang tdk pernah ada di hidup saya kemudian datang dan merangsek masuk ke keluarga dan hidup keluarga saya.

    bahkan dengan terang2an saya menolak kedatangan mereka kerumah dan melarang ibu-ayah saya untuk membantu mereka,

    saya justru lebih menerima masuknya keluarga lain dlm hidup saya, seperti keluarga teman2 saya, keluarga tunangan saya, entah dok, saya merasa kacau

    sudah pasti saya tdk menghendaki dan tdk memaafkan keluarga besar saya, saya marah pd ayah saya yg bekerja jauh disana namun saya tdk mau membebani pikirannya , saya marah pd ibu saya yang selalu menganggap dirinya selalu menyelesaikan semuanya sendiri seolah saya tdk pernah ada untuk membantu meyelesaikan semuanya dan selalu berkata kesepian krn tdk ada keluarga besar kami, dan saya hampir tdk bisa benar2 melepas mata saya dr adik kandung dan calon adik ipar saya, krn entah knp saya berpikir untuk menjadi tameng untuk melindungi mereka

    • Bram Irfanda Oktober 14, 2013 at 5:35 am Reply

      salam,,

      Mb Cyn dan ibu harus mulai memaafkan masa lalu..

      Terlihat di ceritanya bahwa Mb Cyn mempunyai masa kecil yg kurang menyenangkan. Hal ini baiknya diomongin berdua dg ibunya ya, tanpa dendam & tanpa emosi..

      setelah ibu tau semua ‘salah’nya, segera dimaafkan ya..

      Ibunya mb Cyn jg sepertinya punya banyak luka masa lalu. krn itu beliau bersikap buruk pd Mb Cyn..bantu ibu utk memaafkan masa lalunya ya..:)

  24. irene Oktober 11, 2013 at 8:37 pm Reply

    Ass dok..
    Saya punya suami yg benci banget dg ortunya,bahkan sampai ketika kami menikah itu masih suka muncul kata2 yg menunjukan bahwa kebencian itu sangat melekat(merasa ortunya tebang pilih dlm menyayangi anak2nya),pdhl saya sdh sangat berusaha mendekatkan diri dg keluarganya,saya berjuang membuang emosi dan ego saya (krn saya dulu sering dihina oleh kel suami)..dg maksud biar hub mereka terus membaik,krn semua demi kebahagian kami terutama biar anak kami merasakan kebahagian dr eyang2nya..alhamdulilah itu berhasil..tapi yg ada suami saya skrg malah selingkuh dan mau menceraikan saya,terlihat sekali kebencian diraut muka suami saya terhadap saya dan terhadap anak kami..perhatian terhadap buah hati kami paling 5-10 menit dlm sehari lebih seringny dia maenan hp/ipad ketika buah hati kami ngajak maenan jd skrg yg ada sikecil seringnya gak mau dipegang oleh papanya,,tp dia perhatian sekali dg anak selingkuhannya bahkan sama keluarga besar selingkuhannya(info dr sahabat)..ketika ditegor oleh kel’nya dia malah mencaci maki dan berasa dia paling benar dan mengungkit2 masa lalu kasih sayang ortunya,dan bilang ada andil mereka dlm masalah RT kami..nah jika spt ini apa yg sebaiknya dilakukan ya dok..dan ini apakah termasuk dlm koridor akhlak dan keimanan ya dok,mnrt saya koq ada manusia membenci darah daging yg selalu menunggunya setiap detik dan waktunya..makasih dok

    • Bram Irfanda Oktober 14, 2013 at 5:42 am Reply

      www

      Suami Ibu harus memaafkan masa lalunya dlu..

      Bukan ibu atau anak ibu yg salah, namun penyebabnya adl suami ibu yg belum memaafkan masa lalunya..

      sebaiknya, bantu ia utk memaafkan masa lalunya dg memeriksakan dirinya ke psikolog atau psikiater ya..soalnya klo tidak, ia bisa kembali membenci selingkuhannya dan anaknya dari hubungan barunya, ketika si anak td berumur sama dg anak Ibu..

      Sebelum ia memaafkan masa lalunya, ia berpotensi menghadirkan luka pd anak2 dan keluarganya..

      selamatkan jiwa suami dg memperiksakannya ke dr.jiwa atau psikolog ya..:)

  25. ross kenyon Oktober 21, 2013 at 11:32 pm Reply

    malam dok ini saya kenyon ..
    waktu kecil saya slalu di tekan sama orang tua saya dong dr kecil sampai saya udah ber umur 24 tahun masih saja harus mengikuti kemauan orang tua saya dok..
    mau melawan tapi saya ga pernah bisa dok ,pasti slalu saya ikutin kemauan mereka dok ..
    gimna cara saya melawan apa yg orang tua saya mau dok ..
    sampai skrang dok saya tertekan dengan apa mai mereka dok …
    tolong kasih saya solusinya dok .makasih yah dok malam ..

    • Bram Irfanda Oktober 22, 2013 at 9:05 pm Reply

      malam Kenyon..

      pertama..perlu anda sadari klo ortu yg penuntut, biasanya punya ortu (kakek-nenek anda) yg jg penuntut..

      setelah menyadari hal ini, yuk pahami sebab ortu melakukan pemaksaan..

      utk Menyadari/memahami sikap ortu, jgn dipaksakan..

      tp memahami itu bukan menerima sikap ‘buruk’ ortu ya..

      tp jg jgn dilawan aplg hrs marah2..coba saja diskusi 6 mata bareng ortu, ttg hidup, ttg rasa sakit ditekan, ttg impian anda dll tumpahkan semua ke ortunya TNPA MARAH & DENDAM..

      sifat ortu yg keras, hrs dilawan dg sikap lemah lembut..

      kenyon pasti bisa..:)

  26. Paresma Oktober 22, 2013 at 9:18 am Reply

    waduuw Mas Dokter,, saya belum S2 jd blm bs dipanggil Psikolog.. saya jelasin itu dari kode etik yg kami pelajari dulu..

    gak tahu lg kalo skarang apa ada perubahan ato gak,

    maybe jg disesuaikan dgn strata pendidikannya ky psikiater cm sy kurang tahu klasifikasiny hehe

    • Bram Irfanda Oktober 22, 2013 at 8:59 pm Reply

      ntar jg akan jd psikolog kan..anggap aja doa mb.. πŸ˜€

  27. kei Oktober 23, 2013 at 9:30 am Reply

    Siang dok..
    Saya berhubungan hmpir 8 tahun, dan akhir’y menikah dg pasangan saya, dan skr dkaruniai seorang putra.
    Keadaan RT km bs dblg jauh dr hamonis, selama 3 tahun menikah, sy sll bertengkar, tp kami tak bs berpisah,,
    Jujur saya punya kebencian besar d hati sy pd suami, krna sjk awal menjalin hub,sy sll melihat sosok suami s’org penurut, baik,penyayang romantis, tak prnah berbuat nakal,semasa itu yg saya tau, dia anak rumahan,, tapi d th k 7, saya tau dia selingkuh, dia menjalin hub dg wanita lain, n saya tau selama 7 tahun dia membohongi saya, dia yg sll blg hanya kel saat kuliah dll, tynta salah, dia sering pergi k luar kota dg selingkuhan’y, n itu bkn 1 wanita dok, dia bbrp x mnjalin hub dg wanita lain, dlm 7 th qta berhubungan,
    Saya smpat meninggalkan dia, tp dia dtg memohon maaf n dia melamar sy, saya fkir itu usaha dia u berubah,, n sy menerima lamaran’y..
    Setelah menikah, ketika saya hamil dia selingkuh lg dg tmn kantor’y, saya sering d tinggal sendiri dirumah,, saya maafkan dia
    Setelah anak kami lahir dia di mutasi k luar kota, n pulang saat weekend.. Luka yg dalam d hati saya tergores lebih dalam lagi saat saya tau dia menjalin hub dg tmn kantor’y, sampai saya dengar dr tetangga rumah kami d sana, kalau dia sering membawa wanita itu kerumah,,
    Saya sempat sakit, n konsul k psikolog, n saya terkena psikosomatik yg lumayan parah,,
    Aneh’y saya maafkan dia, sy bertahan, tp hati saya ga bs memaafkan, sy sll mudah marah, apalagi saat dia bkn’y mengerti sakit hati saya dia malah menyalahkan, dia lebih marah,bahkan saat saya sakit hingga d larikan ke RS dia hanya diam,hy kel saya yg membawa saya k RS
    Hingga saat ini sy benci n marah karna saya merasa dia pembohong, dia tdk menyanyangi saya, dia tdk memperlakukan sy seperti istri’y, dia tak peduli,dia tau sy sakit hati, tp dia diam, dia tak pernah jujur,dia tidak perduli sakit separah apapun saya kalau dia kesal dia pasti diam,dia biarkan saya kesakitan,,saya tau dia sering berbohong, meskipun sy py bukti,dia ttp saja diam..
    Skrg saya sering merasa hub kami ga bs d lanjtkan, tp dia selalu diam n ga mw bercerai.. Meskipun sy masi sgt syg tp sy berfikir ingin bahagia, n saya py keyakinan, kebahagiaan takkan pernah sy dapatkan dr dia..
    Apa yg harus saya lakukan dok? Mksh

    • Bram Irfanda Oktober 23, 2013 at 10:37 am Reply

      baca ini dlu ya => http://bramirfanda.com/kekerasan-dalam-rumah-tangga

      Suami Ibu punya masalah psikologis yaitu ingin selalu selingkuh..

      orang spt ini biasanya punya masa lalu yg buruk dg perselingkuhan. apakah ortunya pernah selingkuh?

      saran saya : bawa suami kontrol ke psikiater/psikolog atau cerai..

      Tanpa keinginan suami utk berubah, ia tdk akan berubah..dan Ibu yg dirugikan pd akhirnya..

      sabar ya..bila muslim perbanyak sholat Tahajud ya..:)

  28. ross kenyon Oktober 26, 2013 at 10:55 pm Reply

    okehhh dok pasti saya coba ko dong dengan melakukan dengan hal hal yg positif buat ortu saya ..makasih yah dok solusinya πŸ™‚

  29. anty Oktober 27, 2013 at 8:30 pm Reply

    Assalam.. Wkt kecil sya ingt sekali betapa ibu sya sgt mbenci. sya,terang2an dy prh blg benci jg ke sya krn sya dianggap dy mirip saudara tiri sya,sya suka sedih klw ingt itu πŸ™ tp sya gk dendam dok semenjak merit,alhamdulillah skrg sya pnx suami & kluarga bru yg baik,yg sya anggap sempurna as a family.. Yg suka bki n kesal diri sndri,knp sya gmpng mr ah sm hal2 sepele,pdhl suami & ank sya klw dibanding ank & suami sodara sya,jauh lebih peduli,syg & perhatian,klw diingt2,itu kyknx nurun dr ibu sya,sya hrs gmn donk dok?

    • Bram Irfanda Oktober 28, 2013 at 5:58 am Reply

      Salam mb Anty,

      lebih tepatnya anda meniru sikap ibu anda..
      Pertama, mb harus memaafkan ibu dan ngomong ttg masa kecil mb, (dan betapa mb tdk bahagia krn sikap ibu) kpd ibu..TANPA EMOSI & DENDAM ya..

      setelah ngobrol baik2 dg ibu, tanamkan di pikiran mb pikiran2 positif : aku bahagia, aku penyabar, dll..

      banyak senyum ya..:)

  30. Ambu Al Oktober 31, 2013 at 5:50 pm Reply

    Pengalaman yg sama dialami oleh suami saya. Ia selalu dibanding2an dgn adik nya oleh ibu mertua saya.
    Perlakuannya amat sangat tidak adil, hal ini tidak hanya disadari oleh saya, ttp oleh sepupu suami saya yg kebetulan tinggal serumah dgn mertua.
    Apabila suami/saya melakukan kesalahan yg walaupun kecil,suami akan dianggap anak tidak tahu diri dan komentar2 pedas&menyakitkan akan keluar dr mulut mertua saya.
    Berbeda dgn apabila ipar saya/istrinya yg melakukan kesalahan,akan dimaafkan saat itu juga.
    Hal ini merembet ke perlakuan mertua saya ke anak saya dan anak dr ipar saya itu.anak saya tdk pernah dibelikan apa-apa.tp anak ipar saya selalu dibelikan baju2,mainan,dll.
    Saya yg merasa sedih dan sering menangis apabila suami/anak saya diperlakukan seperti itu. Saya tahu suami berusaha tegar, walaupun dalam hatinya dia menangis dan mempertanyakan apa kesalahan nya sebenarnya.
    Apakah ada yg mempunyai pengalaman seperti saya? Apa yg harus saya lakukan?krna saat ini bukan saja saya tidak betah dekat2 dgn mertua,tp saya juga jd membenci ipar saya dan istri nya.

    • Bram Irfanda Oktober 31, 2013 at 8:17 pm Reply

      sabar ya..banyak kok yg begitu..

      Coba baca komentar2 di tulisan ini ya.,,yg terdahulu2, semuanya..ada kok yg persis seperti kisah mb..

      mertua sepertinya membenci suami krn ada sesuatu di masa lalunya (kejadian ini menyakitkan mertua), jadi sebaiknya suami & mb bareng ngomong bertiga dg ibu. ngomong baik2 : knp sih suami kok dibedakan?apa salahnya? apa yg bisa kami perbuat agar ibu sayang dg suami? dll silakan ditumpahkan semua..:) namun TANPA MARAH+DENDAM ya..

      smg hubungannya segera cair..:)

  31. dori Februari 24, 2014 at 10:27 am Reply

    Ass..
    dok, apapun yg orang tua saya mau sllu sya lakukan, tetapi dalam hidup saya sya mau untuk dapat memilih pasangan hidup saya sendiri.. akan tetapi orang tua saya tdk setuju dengan pilihan saya dengan berbagai alasan yg tidak logis, saya ttp berusaha menunjukan yg terbaik agar setidaknya orang tua saya iba dan mau merestui hubungan saya dengan pilihan saya. akan tetapi sampai sekarang apapun yg sya perbuat sllu nol besar dmata ibu saya khususnya, sehingga suatu ketika sya sudah merasa sangat tdk kuat mendengar ocehan ibu saya, lalu saya emosi dan saya keluarkan unek-unek yg slama ni sllu mmbuat saya sakit hati… baik perlakuan yg dibedabedakan dengan adik saya, selain itu ibu saya menuduh saya yg tdk-tdk akibat memperoleh info dari orang lain, yang jelas ibu saya lebih mempercai orang lain dri pada anknya sendiri. lalu dok apa yg hrs saya lakukan…

    • Bram Irfanda Februari 28, 2014 at 9:01 pm Reply

      www

      sering diajak ngobrol saja ya..ngobrol masalah unek2 yg dlu (salah2nya ibu) dg bahasa yg sopan dan tdk emosional agar mb dan ibunya bisa menyamakan sudut pandang. Selain itu, ibu hrs didoain agar menjadi pribadi yang lembut lagi pengertian..

      ayo…berusaha dewasakan ibunya ya, tentu saja dg cara yg baik ya..:)

  32. Mj Maret 10, 2014 at 7:26 pm Reply

    Ass… Dok saya adlh anak prtama dr keluarga yg broken home. Ibu dan ayah saya bercerai sejak saya SD skrg saya telah lulus kuliah. Ketika orang tua saya bercerai saya sangat terpukul. Disaat itu usia saya masih sangat kecil, kemudian saya berpisah dengan ibu karna diasuh oleh ayah, dan ayah saya menikah lagi dengan seorang ibu baru dalam hidup saya.

    Disitulah luka saya dimulai, ibu tiri saya sangat seperti anak kecil karna usianya yang masih muda. Dia senang sekali mencari kenenaran atas dirinya sendiri, serakah dan sering menyakiti hati orang lain. Kerap kali semena mena terhadap ayah saya dan adik kandung saya. Dia sangat membanggakan keluarganya tetapi seperti membuang suami dan anak2 tirinya. Dia sangat angkuh dan serakah atas harta gono gini yang ditinggalkan orangtua saya

    Dia sering sekali melibatkan anak jika dia bertengkar dengan ayah saya. Malah menyalahkan anak.

    saya sangat sakit hati dengan kelakuan ibu tiri saya . Saya ingin sekali lepas dari jeratannya dok. Apa yang harus saya lakukan, kadang saya merasa putus asa dengan hidup saya. Saya ingin merasakan kebahagiaan seperti yang orang2 rasakan. Terimakasih dok πŸ™‚

    • Bram Irfanda Maret 14, 2014 at 7:51 pm Reply

      www

      Untuk kasus mb, dipahami saja klo ibu tirinya bisa jadi dibesarkan oleh keluarga/lingkungan yg buruk, jadi sifatnya buruk..

      saran saya : ajak omong dg lembut dan baik2 ttg luka masa lalu mb, setelah itu maafkan ibu tiri mb lalu keluarlah dari kehidupannya (jgn pernah ketemu apalgi serumah).

      Orang yg berkepribadian buruk itu susah diubah, maka kita yg harus menjauh darinya, bukan krn benci tp krn kita ingin hidup bahagia..

      setelah jauh dari org yg buruk, pasti hidup mb akan jauh lbh indah..MOVE ON dan MOVE UP ya:)

  33. Marina Agustus 13, 2014 at 8:04 pm Reply

    luar biasa. baru kali ini saya baca blog mu dok. dokter baik sekali mau menanggapi setiap comment yg ada. bahkan comment2 curhat pun dokter tanggapi.
    melihat comment2 disini, saya jd semakin sadar bhw ternyata banyak ya yg memiliki masalah seperti ini. benar saran dari dokter. apabila butuh bantuan profesional (psikolog, psikiater), silahkan cari di daerah yg plg dekat. mudah2an luka psikisnya lekas pulih atau paling tidak beban terasa lebih ringan. aamiin.

    salam kenal dok πŸ™‚ saya baru lulus profesi psikologi dan merasa senang bs mampir di blog ini. mudah2an kapan2 bs share ilmu dng dokter.

    • Bram Irfanda Agustus 17, 2014 at 10:29 pm Reply

      ayo mb marina, segera buat blog dan berbagi ilmu ttg psikologi..

      ditunggu lho ya.. πŸ™‚ pahala menantimu.. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan