Kenapa Orang Tua Ngotot Walau Salah

Salah satu Masalah terbesar yang sering kita hadapi saat berhubungan dengan Orang Tua Kita adalah orang tua Kita seringkali tidak menyadari bahwa beliau salah, bahkan sering ngotot walau ternyata salah..

Walau lebih banyak Merasakan asam garam kehidupan, terkadang orang tua kita juga berbuat salah..

Entah itu saat membuat keputusan untuk keluarga..

Entah itu saat membuat keputusan Untuk diri Kita..

Atau masalah lainnya..

Tentu sebagai manusia biasa, adalah suatu hal yang wajar bila orang tua berbuat salah..

Namun, Mereka seringkali ngotot dengan pandangan dan keputusannya..

Tanpa mau mendengarkan aspirasi Kita..

Kenapa Orang Tua sering bertindak demikian?

Salah satu sebab yang mendasarinya, adalah,,

Orang tua Kita jarang sekali -atau bahkan tidak pernah- mengoreksi dirinya sendiri..

Akibatnya, orang tua Kita seringkali tidak menyadari bahwa beliau salah..

Apakah sikap ini aneh?

Ternyata tidak..

Menurut penelitian Dale Carnegie, Sembilan puluh sembilan persen orang tidak pernah mengkritik dirinya sendiri, sesalah apapun yang telah dilakukannya..

Koruptor kakap seperti Gayus Tambunan dan Mafia kejam seperti Al Capone saja tidak pernah merasa bahwa dirinya telah berbuat salah, apalagi Orang biasa seperti Orang Tua Kita?

Dengan memahami kenyataan ini, alangkah baiknya bila Kita terus bersikap baik kepada orang tua Kita, sengotot dan sekeras apapun pendirian mereka bila mereka ternyata salah..

Toh, Ternyata Kita juga seringkali salah..

Perbanyaklah memahami..

Kurangi Mengkritik..

 

@dr_BramIrfanda

Mau alat tes gula darah, asam urat dan kolesterol dalam satu alat siap pakai YANG MUDAH DIPAKAI  hanya 375ribu dan GRATIS BIAYA KIRIM? PIN BB           29F01C60 <= PIN hanya pakai angka nol  | 089675229222

Bila merasa artikel Bram Irfanda’s Blog bermanfaat untuk Teman-teman, silakan berlangganan Artikel Terbaru Bram Irfanda’s Blog via email dengan mengisikan alamat email teman-teman di form dibawah ini..

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 38.210 pelanggan lain

Kemudian untuk mengaktifkanya, Klik Link Konfirmasi berlangganan Bram Irfanda’s Blog di inbox email anda..

Enjoy! 🙂

Tagged: , , , , ,

Comments: 3

  1. JDP Maret 30, 2013 at 11:43 am Reply

    1. Bagaimana jika ibu dengan mudahnya mengucapkan sumpah kepada anaknya.??
    Menjadi suami itu memang tdk mudah, apalagi jika suami berkata “talak” kpd istrinya dengan marah yang menggebu-gebu & secara otomatis pun “talak” itu jatuh jua. Begitu juga ibu; mengandung 9bulan, melahirkan, menyusui selama 2thn yg tdk mudah. Terlebih lagi jika anaknya bandel pun, seorang ibu harus bisa menjaga perkataannya. Krn perkataan ibu doa yg mujarab di kabulkan. Akan tetapi, jika seorang anak tdk mempunyai hak tuk dirinya, dari ia kecil 4thn hingga dewasa. Ia masih merasakan pukulan, tamparan, hingga sumpahan dari ibunya sendiri. Padahal 2sdr laki-lakinya tidak pernah merasakan serupa, justru lebih dibanggakan & diutamakan dbandingkan anak perempuannya.
    Anak perempuan ini sampai mempunyai keinginan besar, ketika ia meninggal terlebih dahulu daripada ibunya. Ia ingin sekali bercerita atau curhat kepada ibunya tanpa pukulan, tamparan, hingga sumpahan..

    2. Bagaimana tanggapan dokter menanggapi cerita tersebut.??

    Ini ceritanya fakta loooh dokter..

  2. Sri Agustini Amin Maret 30, 2013 at 12:50 pm Reply

    Menurut sy,skrg bukanlah saatnya utk ngotot mempertahankan pendapat terhdp anak2. Dulu sewaktu mrk msh kecil,msh dianggap anak, namun setelah mereka dewasa, anggaplah mereka teman dan sahabat. Mrk jg berhak mengeluarkan pendptnya,krn mrk jg pasti punya banyak masalah,jd kita jangan menambah masalah buat mereka krn ke egoisan kita sbg org tua. Kita harus ciptakan suasana yg damai dan bersahabat dgn anak2, krn mereka adalah titipan Allah dan harta kita yang tak ternilai harganya

  3. abcd November 2, 2014 at 5:21 pm Reply

    Dan pada dasarnya tidak selamanya orang tua selalu benar.

Tinggalkan Balasan