Kebanggaan Semu

Banyak Orang yang seharusnya bisa menjadi Orang yang Hebat dan pantas dikenang, hanya menjalani kehidupan yang biasa bahkan menyedihkan karena dirinya terlalu puas dengan kebanggaan semu akan kehebatan dan kesuksesan Orang Lain..

Memang, Salah satu kebutuhan pokok jiwa manusia adalah kebutuhan akan penghargaan..

Masalahnya, Kita seringkali terlalu bangga, juga terlalu mengagungkan kehebatan Orang lain yang Kita Idolai, dengan harapan memperoleh sejumput penghargaan atas kehebatan orang lain itu, tetapi malah melupakan kewajiban diri Kita untuk melakukan hal-hal yang hebat bagi diri dan kehidupan Kita..

Beberapa tahun yang lalu, ada beberapa anak didik Neutron Pusat Yogyakarta yang berasal dari Pacitan. Mereka berasal dari SMA yang sama dengan Presiden Indonesia saat ini, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang juga berasal dari Pacitan..

Ironisnya, bukannya berfokus untuk berjuang dengan belajar keras dan lulus SNMPTN yang tinggal satu bulan, mereka malah menyibukkan diri untuk dikenal sebagai orang yang satu almamater dengan Presiden SBY..

Saat bertemu orang baru, mereka langsung memperkenalkan diri sebagai salah satu alumni SMA dimana Presiden SBY pernah belajar..

Di saat bertemu seseorang yang telah mereka kenal, pembicaraan mereka tidak jauh-jauh dari cerita tentang Pak SBY dan SMAnya..

Satu hal yang sayangnya mereka lupa adalah,,

Yang dipuji karena kehebatannya adalah Pak SBY..

Yang akan selalu dikenang karena kehebatannya adalah Pak SBY..

SBY adalah SBY..

Mereka adalah mereka..

Akibat melupakan kenyataan ini, mereka lupa mengejar kehebatan hidup mereka sendiri, -dengan tidak memfokuskan diri untuk belajar selama masa Bimbingan Belajar yang hanya satu bulan-, sehingga akhirnya mereka tidak diterima di SNMPTN..

Bangga dan bahagia akan penghargaan yang diterima artis idola Kita itu wajar..

Bangga dan Bahagia karena Klub Sepakbola Kita meraih gelar yang bergengsi itu wajar..

Bangga karena seorang Tokoh Hebat berasal dari daerah yang sama atau masih satu keluarga dengan Kita juga wajar..

Yang tidak boleh terjadi adalah,,

Rasa Kebanggaan Kita pada orang lain, membuat diri Kita lupa bahwa semua dari Kita mempunyai kewajiban untuk menciptakan kehebatan hidup Kita sendiri dan untuk memberikan sumbangsih yang besar bagi kehidupan sesama di sekitar Kita..

Karena seseorang dinilai berdasar atas apa yang telah dilakukannya, bukan berdasar atas apa yang orang lain lakukan..

Sedekat apapun hubungan mereka..

 

@dr_BramIrfanda

Mau Tensi Digital yang hanya 285ribu dan GRATIS ONGKOS KIRIM sampai ke rumah Anda? hubungi MASTHA MEDICA ya.. :)

 

Bila merasa artikel Bram Irfanda’s Blog bermanfaat untuk Teman-teman, silakan berlangganan Artikel Terbaru Bram Irfanda’s Blog via email dengan mengisikan alamat email teman-teman di form dibawah ini..

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 38.282 pelanggan lain

Kemudian untuk mengaktifkanya -untuk mulai menerima kiriman email-, Klik Link Konfirmasi berlangganan Bram Irfanda’s Blog di inbox email anda..

Enjoy! 🙂

Tagged: , , , , , ,

Comments are closed.