Bukan Ikhlas, tapi sabar..

“Hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS.37:102)

Bila kita amati, Nabi Ismail menggunakan kata-kata “Orang yang sabar,,”, ketika beliau ditanya Nabi Ibrahim tentang penyembelihan dirinya..

Tidak menggunakan kata ikhlas..

Hal Ini menunjukkan saat bersedekah atau beribadah untuk ALLAH, Tidak ikhlas pun tak mengapa..

Kita hanya harus bersabar..

Walaupun Sedekah banyak terasa berat bagi kita, kita harus bersabar dan tetap melakukannya..

Walaupun sholat tahajjud jam 3 pagi itu berat, kita harus sabar dan tetap melakukannya..

Walaupun untuk sukses, diperlukan masa berlatih 10.000 jam, kita harus bersabar dan tetap melakukannya..

Bukan Ikhlas, tapi sabar..

Karena kehidupan ini tidaklah indah dan hebat bila kita selalu menuruti nafsu kita untuk malas, menunda dan melakukan hal yang biasa..

Lakukan saja yang terbaik,,

Bersabarlah..

Walau itu Berat..

Bagaimana menurut anda?

 

@dr_BramIrfanda

Mau Update Artikel Bram Irfanda’s Blog setiap hari? Follow @IrfandaBlog di twitter

 

Bila merasa artikel Bram Irfanda’s Blog bermanfaat untuk Teman-teman, silakan berlangganan Artikel Terbaru Bram Irfanda’s Blog  via email dengan mengisikan alamat email teman-teman di form dibawah ini.. 

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 38.282 pelanggan lain

Kemudian untuk mengaktifkanya, Klik Link Konfirmasi berlangganan Bram Irfanda’s Blog di inbox email anda..

Enjoy! 🙂

Tagged: , , , , , , , , ,

1 comment

  1. Ratih fn Oktober 29, 2012 at 2:05 am Reply

    Assalamu’alaykum wr wb,

    Setuju dok… cz kalo harus selalu menunggu Ikhlas baru Beramal, maka syetan akan selalu mengganggu hati untuk menunda kita mengambil tindakan…
    Ikhlas akan lebih mudah tercapai ketika amalan2 baik itu sudah menjadi habits qt…
    JazakaLloh for always reminds us dok…
    Salut sekali sama dokter, Barokallohu lakuma dok..

    Wassalam..

Tinggalkan Balasan