Bakat Hanyalah Mitos

Dahulu, saat masih kecil, kami mengira diperlukan bakat untuk menjadi sukses dalam suatu hal..

Harus punya bakat Sepakbola,  sehingga baru bisa pintar bermain bola..

Harus punya bakat berdagang, sehingga baru bisa sukses jadi pengusaha..

Harus punya bakat bermusik, sehingga baru bisa jadi Pemusik Hebat..

Karena kepercayaan akan “Kesakralan Bakat” itulah, kami malas tiap diajak bermain sepakbola..

Padahal, sepakbola adalah olahraga yang paling kami sukai..

Kami dulu berfikir begini,,

“Buat apa juga bermain sepakbola, toh sebanyak apapun latihan sepakbola, skill sepakbolaku juga ga akan meningkat, aku kan ga berbakat sepakbola..”

Ternyata pikiran ini salah..

Bakat hanyalah mitos..

Dari penelitian yang dilakukan K. Anders Ericsson dkk di sebuah akademi musik elit di Berlin, Jerman, ada temuan unik yang menghapus mitos pentingnya bakat untuk meraih kesuksesan …

Pada mulanya, K. Anders Ericsson dkk membagi pemain biola di sekolah tersebut dalam tiga kelompok: pemain bintang, pemain bagus, dan pemain lumayan..

Semua biola yang menjadi objek penelitian ini mulai bermain pada usia yang sama, yakni usia lima tahun..

Pada tahun pertama, semua siswa berlatih biola 2-3 jam per minggu. Pada saat mereka masuk usia delapan tahun, mulai terlihat perubahan lamanya waktu latihan diantara siswa-siswa itu. Siswa yang menjadi pemain bintang, bermain lebih banyak, sekitar 6 jam seminggu pada usia sembilan tahun..

Pada usia dua belas tahun, waktu latihan Siswa yang menjadi pemain bintang bertambah menjadi 8 jam seminggu. Di usia empat belas tahun, waktu latihan mereka menjadi 16 jam seminggu dan terus meningkat sampai 30 jam pada usia 20 tahun..

Di usia 20 tahun mereka sudah menjadi pemain biola yang profesional dan menghabiskan 10.000 jam latihan di sepanjang umur mereka..

Ketika Penelitian ini juga dilakukan pada pemain piano, pola yang sama juga terbentuk..

Yang mengejutkan adalah,,

Penelitian ini tidak menemukan para pemusik alami dengan bakat bawaan yang berlatih lebih sedikit tapi mempunyai kualitas permainan lebih baik..

Mereka juga tidak menemukan para pemain yang tergolong pekerja keras, yakni pemusik yang berlatih lebih keras daripada yang lain, namun tidak masuk ke kelompok pemain bintang..

Yang membedakan para pemusik hebat dengan para rekannya yang tidak hebat hanyalah jam terbang latihan mereka..

Jadi, Bakat hanyalah mitos..

Bila kita mencintai dunia software, kitapun bisa Sehebat Bill Gates, bila kita mau..

Bila kita mencintai dunia Lukis, kitapun bisa sehebat Picasso, bila kita mau..

Bila kita mencintai Dunia tulis menulis, kitapun bisa sehebat Paulo Coelho, bila kita mau..

Masalahnya,,

Apakah kita mau?

 

@dr_BramIrfanda

Mau alat tensi Digital HANYA 285ribu FREE ONGKIR? hubungi Mastha Medica ya..

 

Bila merasa artikel Bram Irfanda’s Blog bermanfaat untuk Teman-teman, silakan berlangganan Artikel Terbaru Bram Irfanda’s Blog  via email dengan mengisikan alamat email teman-teman di form dibawah ini.. 

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 38.280 pelanggan lain

Kemudian untuk mengaktifkanya, Klik Link Konfirmasi berlangganan Bram Irfanda’s Blog di inbox email anda..

Enjoy! 🙂

Tagged: , , , , , , ,

Comments: 4

  1. Ferry September 15, 2012 at 3:28 pm Reply

    Setuju dok, dibanding bakat, sikap mental lebih mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam suatu hal, cmiiw

  2. Bram Irfanda September 16, 2012 at 1:06 pm Reply

    Setuju bgt mas Ferry, banyak org yg ‘naik ke atas’ krn mentalnya..

  3. Asmiani Fawziah Assiddiqqiya September 17, 2012 at 3:27 am Reply

    Betul sekali dok, bakat itu tidak akan berarti tanpa adanya kemauan.

    Sy berkecimpung di dunia psikologi, ada orangtua yang dtg ke sy dan minta dites anaknya bakat dimana, trs beberapa bulan kemudian, orangtuanya datang lagi, menanyakan apakah sy salah mendiagnosa karena anak yg menurut tes bakatnya di musik, malah males mengikuti les musik. Setelah sy introgasi anaknya, ternyata males belajar musik karena gk ada temennya :)) hehehe ~ Orangtuanya begitu menggebu, tapi anaknya tidak berminat menggali bakat disana :))

    • Bram Irfanda September 17, 2012 at 10:04 am Reply

      kerja keras tak tergantikan.. 🙂

Tinggalkan Balasan